Advertisement
67.538 Tenaga Terja Asal Gunungkidul Terserap di Sektor IKM
UMKM - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa sektor industri kecil menengah (IKM) telah menyerap sebanyak 67.538 tenaga kerja dari Gunungkidul.
Kepala Bidang Industri DPKUKMTK Gunungkidul, Hartini mengatakan pihaknya mencatat jumlah 67.538 tenaga kerja tersebut terserap di lima industri seperti industri pangan dengan jumlah unit usaha ada 10.332 unit. Khusus unit tersebut ada 30.894 tenaga kerja terserap.
Advertisement
Setelah itu, ada industri kerajinan dengan 5.988 unit usaha yang menyerap 20.263 tenaga kerja; lalu ada industri sandang dan kulit dengan 1.611 unit usaha yang menyerap 4.585 tenaga kerja; kemudian ada undustri kimia dan bahan bangunan dengan 1.647 unit usaha yang menyerap 6.211 tenaga kerja; terakhir ada industri logam dan elektronika dengan 1.748 unit usaha yang menyerap 5.583 tenaga kerja.
“Dari jumlah industri kecil sebanyak 21.326 unit usaha kebanyakan merupakan industri makanan dan minuman,” kata Hartini dihubungi, Sabtu (24/2/2024).
Hartini menambahkan pertumbuhan IKM tahun 2024 diprediksi kecil karena kondisi ekonomi nasional sedang tidak baik. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan beberapa macam sembako di pasaran.
Terkati peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang industri, dia mengaku pihaknya akan menyasar sentra IKM dan calon sentra IKM dengan menyesuaikan anggaran yang ada di tahun 2024.
BACA JUGA: 937 Pencari Kerja Gunungkidul Diklaim Sudah Dapatkan Pekerjaan Tahun Lalu
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Gunungkidul, Joko Hardiyanto mengatakan terkait pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul tahun 2023, pihaknya masih menunggu rilis dari BPS. Rilis pertumbuhan ekonomi baru akan ada setidaknya di pertengahan bulan Maret 2024.
“Untuk angka pertumbuhan ekonomi yang menghitung dari BPS, sama seperti angka kemiskinan dan angka pengangguran,” kata Hardiyanto.
Sebelumnya, Sekda Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul meningkat mencapai 5,37% jika dibandingkan tahun-tahun sejak Pandemi Covid-19. Tahun 2024, Pemkab mengupayakan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,0%. “Di tahun 2024, kami mendorong ekonomi masyarakat dari berbagai sektor sehingga dapat mencapai 6,0 persen,” kata Suhartanta.
Kepala Dinas PKUKMTK Gunungkidul, Supartono mengatakan terdapat beberapa pemacu dan pemicu berkembangnya IKM di Gunungkidul seperti pembinaan dan pendampingan kepada IKM yang intensif. Selain itu ada juga peningkatan inovasi dan daya saing produk, lalu peningkatan aksesbilitas/infrastruktur, kemudian perkembangan teknologi digital, dan kemudahan mengkases permodalan dari perbankan.
“Selain beberapa hal tadi, ada juga tersedianya pasar/kunjungan wisatawan di Gunungkidul, serta peningkatan perizinan/legalitas usaha,” kata Supartono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








