Sentimen MSCI Tekan Nilai Tukar Rupiah, Dolar AS Tembus Rp18.021
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
Fasilitas pengolahan sampah konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) yang ada di kawasan Pasar Niten, Kabupaten Bantul, Selasa (27/2/2024). – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mulai mengoperasionalkan fasilitas pengolahan sampah dengan konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) di kawasan Pasar Niten yang memiliki kapasitas hingga lima ton per hari.
"ITF Pasar Niten ini didesain untuk mengolah sampah dari pasar rakyat yang dikelola oleh Pemkab Bantul, termasuk dari Pasar Niten ini," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho usai peluncuran fasilitas tersebut di Bantul, Selasa (27/2/2024).
Menurut dia, ITF Pasar Niten dalam operasionalnya menampung sampah dari pasar-pasar besar di Bantul, seperti Pasar Bantul, Pasar Pasar Piyungan dan Pasar Pijenan di Pandak, kemudian Pasar Imogiri serta sejumlah pasar yang sampahnya belum terkelola.
"Kalau dari sisi kapasitas itu maksimal lima ton satu hari, juga dari sisi produk. Jadi, ITF Pasar Niten kita desain, karena di sini untuk mengolah sampah pasar, kan banyak sampah organiknya, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, juga sampah warung-warung," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan ITF Pasar Niten dibangun pada 2023 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul dengan dana sebesar Rp3 miliar. Fasilitas pengolahan sampah ini diproyeksikan mampu menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan untuk sektor ekonomi lainnya.
BACA JUGA: Program Makan Siang Gratis Rp15 Ribu per Anak, Menkes: Kalau di Jogja ya Cukup
"Hasilnya berupa pilahan anorganik laku jual, organik kompos untuk pertanian, dan residu organik maupun anorganik sebagai bahan bakar pengganti atau refused derived fuel (RDF)," kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul itu.
Dia mengatakan peluncuran ITF Pasar Niten ini sebagai bagian dari kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2024 dengan tema Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif. Tema dilatarbelakangi masalah sampah plastik yang menjadi persoalan serius.
Dia mengatakan tujuan dari peringatan Hari Peduli Sampah adalah untuk memperkuat komitmen dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan tingkat daerah dalam mengatasi sampah plastik dan polusi plastik.
Kemudian, memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan sampah dari sumber melalui gerakan memilah dan mengolah sampah di sumbernya.
"Selain itu, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi ekonomi sirkular dan bisnis hijau dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi, dan membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
Jean-Paul van Gastel memahami desakan #VanGastelOut setelah PSIM Jogja kalah empat kali beruntun dan hanya mengoleksi satu poin dari lima laga.
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua
Alex Marquez mengingatkan Marc Marquez mengeluarkan kemampuan terbaik dalam lima seri terakhir MotoGP 2026. Marc tertinggal dua poin dari Jorge Martin.
Kekeringan di Kulonprogo meluas ke delapan kapanewon. BPBD mencatat distribusi 604 tangki atau sekitar 3 juta liter air bersih untuk 4.587 KK.
STNK hilang bisa diganti melalui Samsat. Simak syarat dokumen, tahapan pengurusan, dan biaya resmi penerbitan STNK pengganti.