Advertisement
Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Bantul Diperpanjang Hingga Akhir Mei 2024
Ilustrasi Kekeringan / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— BPBD Bantul memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga tiga bulan ke depan.
Perpanjangan status itu dilakukan setelah adanya rekomendasi dari BMKG terkait adanya potensi adanya cuaca ekstrem hingga Mei mendatang.
Advertisement
“Atas dasar itulah kami memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir Mei mendatang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol, Jumat (1/3/2024).
BACA JUGA: Waspadai Potensi Inflasi selama Ramadan
Lebih lanjut, Antoni menambahkan, perpanjangan status ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana. Diharapkan, saat ada musibah atau bencana alam, maka penanganan akan lebih dapat dioptimalkan.
“Tentu kita tidak ingin ada bencana. Tapi, kita tetap harus mewaspadai. Selain itu, jika ada bencana kita bisa langsung meluncur dan melakukan penanganan dengan cepat,” imbuh Antoni.
Sementara terkait dengan kejadian bencana di Februari, Antoni mengungkapkan, sejauh ini masih dilakukan rekapitulasi oleh Pusdalops BPBD Bantul.
Namun secara garis besar, Antoni menilai jumlah kejadian bencana yang terjadi pada Februari masih didominasi dengan kejadian pohon tumbang.
“Hanya kejadian kecil-kecil. Berbeda dengan Januari kemarin yang memang didominasi berupa gerakan tanah,” kata Antoni.
BACA JUGA: Harga Beras Melambung Tinggi, Ini Kata BPS
Sementara Kepala BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta mengungkapkan sampai saat ini pihaknya tetap menyiapkan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan untuk bersiaga dan siap untuk diturunkan apabila terjadi bencana.
“Semua personel saat ini siap dan siaga, utamanya untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologj. Kami siapkan semua,” ucap Agus Yuli.
Agus Yuli berharap agar masyarakat juga berperan aktif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi di wilayahnya. Untuk mengantisipasi adanya banjir, BPBD Bantul meminta warg untuk memastikan kebersihan di lingkungan sekitar rumah, serta memastikan salurah-saluran air tidak ada yang tersumbat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau memotong dahan dan ranting pohon yang telah rimbun. “Agar kemungkinan pohon tumbang bisa diminimalisasi,” ucap Agus Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement








