HP Mulai Bermasalah? Kenali Gejalanya Sebelum Memutuskan Ganti
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Konsep kolaborasi akan diteruskan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk mendongkrak kunjungan wisata di Bumi Projotamansari. Diharapkan dnegan kolaborasi yang ada, tingkat kunjungan wisatawan akan bisa dioptimalkan.
"Beberapa event yang ada, seperti Keroncong Pesisiran, akan kami perbaiki. Dalam hal kolaborasi dengan sekolah maupun sanggar seni. Agar ini nantinya mampu menaikkan jumlah kunjungan pariwisata," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, beberapa hari yang lalu.
BACA JUGA: Demi Swasembada Pangan Kuota Pupuk Bersubsidi Bakal Ditambah
Dengan adanya kolaborasi dengan sekolah dan sanggar, kata Kwintarto diharapkan menjadi warna bagi penyelenggaraan festival Keroncong Pesisiran. Adapun Keroncong Pesisiran tahun lalu sengaja digelar di Pantai Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden.
Agenda tahunan tersebut membawa misi besar untuk mengembalikan kejayaan Pantai Samas. Menurutnya, secara faktual, Pantai Samas merupakan destinasi wisata terkenal di Bantul, jauh sebelum wisatawan mengenal Pantai Parangtritis.Dia berharap Samas kembali menjadi “Samudera Emas” yang bisa menghidupi warga setempat
Oleh karena itu adanya kolaborasi, Kwintarto berharap, wisatawan yang berkunjung tidak hanya melihat pertunjukan keroncong pesisiran, tapi bisa menikmati pertunjukan dari sanggar seni dan siswa yang ikut kegiatan tersebut.
"Tahun ini kami juga masih upayakan untuk memecehkan rekor Muri. Jika tahun lalu ada rekor muri Tari Montro dengan jumlah penari sebanyak 10.000 orang, maka tahun ini kami ingin pecahkan rekor Muri untuk festival kuliner," imbuh Kwintarto.
Oleh karena itu, Dispar akan mengoptimalkan kolaborasi dengan sejumlah pihak agar kegiatan yang dilakukan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Bantul. "Tentunya kami akan meneruskan hal ini baik dengan sekolah maupun kelompok masyarakat lain,” ucapnya.
BACA JUGA: Kematian Akibat Penyakit Kanker Tinggi, Ternyata Karena Masalah Ini
Sementara Plt Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul Endri Astuti mengungkapkan saat ini pihaknya terus berupaya mendongkrak kunjungan wisata di Bantul. Salah satunya menggelar promosi wisata jelajah Bantul Milangkori. Di mana, pada kegiatan tersebut, sejumlah Kalurahan Rintisan Budaya, Destinasi Pariwisata serta Desa Wisata di Bantul menjadi sasaran dari kegiatan tersebut.
Di mana, para peserta jelajah Bantul Milangkori diajak mengunjungi sejumlah Kalurahan Rintisan Budaya, Destinasi Pariwisata serta Desa Wisata di Bantul. "Harapannya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tapi juga mempromosikan Kalurahan Rintisan Budaya, Desa Wisata maupun Destinasi Pariwisata di Bantul. Tentunya agar perekonomian masyarakat sekitar juga terdongkrak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.