DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Pasien antraks - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat ada sebanyak 17 warga di Kabupaten Gunungkidul yang suspek antraks. Saat ini, Dinkes DIY maupun Kabupaten sedang melakukan penanganan dan pemantauan.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan pihaknya telah melalukan penyelidikan epidemiologi (PE) atau pelacakan di lokasi ditemukannya dugaan antraks baik di Gunungkidul maupun Sleman.
BACA JUGA: Kasus Antrax Kembali Muncul di Gunungkidul, Ini Penjelasan Pakar Zoonosis UGM
Hasil dari PE sejak tanggal 8 - 9 Maret 2024 yaitu ada 17 warga Gunungkidul yang suspek antraks. Mereka merupakan warga Kalurahan Serut yang ikut memakan daging kambing yang sebelumnya dibawa dari Sleman dan dikuliti di Gunungkidul. Dari keseluruhan warga tersebut, satu di antaranya yaitu istri S.
Sementara di Kabupaten Sleman, katanya ada 26 warga suspek antraks. Dari jumlah itu ada satu orang meninggal dunia (MD). Hanya saja dia menegaskan warga meninggal dunia tersebut belum sempat diambil sampel untuk diperiksa. Dengan begitu tidak ada kepastian terkait kemungkinan antraks.
“Tapi semua masih suspect nggih. Hasil lab dari Bogor belum keluar semua,” kata Pembajun dihubungi, Minggu (10/3/2024).
Sementara itu, Lurah Serut, Sugiyanta mengatakan ada satu orang lagi yang juga suspek antraks yaitu istri S. Istri S memiliki luka yang bentuknya sama seperti luka miliki S. Luka tersebut berada di tangan kiri.
“Kalau Pak S lukanya di sebelah mata sebelah kanan. Bentuknya bulat, di tengahnya seperti berlubang tapi kering. Pinggirannya merah. Seperti terkena dompo [cacar], tapi dompo kan ada bintik-bintiknya,” kata Sugiyanta.
Sugiyanta tidak menampik ada kemungkinan warga Gunungkidul lain suspek antraks. Pasalnya, ada sekitar 60 orang yang memakan daging kambing baik warga Gunungkidul maupun Sleman.
Dukuh Kayoman, Susilo mengatakan istri S saat ini dirawat di rumah sakit UGM, begitupun dengan S yang sebelumnya dirawat di RSUD Prambanan.
Susilo menjelaskan Dinas Kesehatan dan pihak terkait telah melakukan penanganan termasuk penyelidikan epidemiologi. Kata dia, warga yang ikut makan daging secara terbuka mengakui ke Dinkes.
“Warga yang ikut makan sudah ditracing, dicek darah, dan diberi obat, dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Gedangsari,” kata Susilo.
BACA JUGA: Dinas Peternakan Gunungkidul Cek Sampel Darah Ternak Mati Diduga Antraks
Sebelumnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul menerima laporan adanya satu warga Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Gedangsari, Gunungkidul berinisial S suspek antraks dan dirawat di RSUD Prambanan. Laporan tersebut diterima pada Kamis (7/3/2024).
Pada hari yang sama, sapi dan dua kambing milik S mati. Sapi tersebut sempat disembelih namun tidak jadi dikonsumsi karena ada perasaan ragu dan takut karena S telah lebih dulu jatuh sakit. Baik sapi maupun dua kambing akhirnya dikubur.
Paska laporan, DPKH lantas melakukan penanganan dengan memberikan antibiotik dan vitamin pada kambing yang masih hidup di sekitar rumah S. Formalin juga telah ditebar di titik-titik tempat pengulitan kambing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.