Advertisement

Suspek Antraks di Gunungkidul Bertambah Jadi 17 Orang

Andreas Yuda Pramono
Minggu, 10 Maret 2024 - 18:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Suspek Antraks di Gunungkidul Bertambah Jadi 17 Orang Pasien antraks / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat ada sebanyak 17 warga di Kabupaten Gunungkidul yang suspek antraks. Saat ini, Dinkes DIY maupun Kabupaten sedang melakukan penanganan dan pemantauan.

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan pihaknya telah melalukan penyelidikan epidemiologi (PE) atau pelacakan di lokasi ditemukannya dugaan antraks baik di Gunungkidul maupun Sleman.

Advertisement

BACA JUGA: Kasus Antrax Kembali Muncul di Gunungkidul, Ini Penjelasan Pakar Zoonosis UGM

Hasil dari PE sejak tanggal 8 - 9 Maret 2024 yaitu ada 17 warga Gunungkidul yang suspek antraks. Mereka merupakan warga Kalurahan Serut yang ikut memakan daging kambing yang sebelumnya dibawa dari Sleman dan dikuliti di Gunungkidul. Dari keseluruhan warga tersebut, satu di antaranya yaitu istri S.

Sementara di Kabupaten Sleman, katanya ada 26 warga suspek antraks. Dari jumlah itu ada satu orang meninggal dunia (MD). Hanya saja dia menegaskan warga meninggal dunia tersebut belum sempat diambil sampel untuk diperiksa. Dengan begitu tidak ada kepastian terkait kemungkinan antraks.

“Tapi semua masih suspect nggih. Hasil lab dari Bogor belum keluar semua,” kata Pembajun dihubungi, Minggu (10/3/2024).

Sementara itu, Lurah Serut, Sugiyanta mengatakan ada satu orang lagi yang juga suspek antraks yaitu istri S. Istri S memiliki luka yang bentuknya sama seperti luka miliki S. Luka tersebut berada di tangan kiri.

“Kalau Pak S lukanya di sebelah mata sebelah kanan. Bentuknya bulat, di tengahnya seperti berlubang tapi kering. Pinggirannya merah. Seperti terkena dompo [cacar], tapi dompo kan ada bintik-bintiknya,” kata Sugiyanta.

Sugiyanta tidak menampik ada kemungkinan warga Gunungkidul lain suspek antraks. Pasalnya, ada sekitar 60 orang yang memakan daging kambing baik warga Gunungkidul maupun Sleman.  

Dukuh Kayoman, Susilo mengatakan istri S saat ini dirawat di rumah sakit UGM, begitupun dengan S yang sebelumnya dirawat di RSUD Prambanan.

Susilo menjelaskan Dinas Kesehatan dan pihak terkait telah melakukan penanganan termasuk penyelidikan epidemiologi. Kata dia, warga yang ikut makan daging secara terbuka mengakui ke Dinkes.

“Warga yang ikut makan sudah ditracing, dicek darah, dan diberi obat, dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Gedangsari,” kata Susilo.

BACA JUGA: Dinas Peternakan Gunungkidul Cek Sampel Darah Ternak Mati Diduga Antraks

Sebelumnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul menerima laporan adanya satu warga Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Gedangsari, Gunungkidul berinisial S suspek antraks dan dirawat di RSUD Prambanan. Laporan tersebut diterima pada Kamis (7/3/2024).

Pada hari yang sama, sapi dan dua kambing milik S mati. Sapi tersebut sempat disembelih namun tidak jadi dikonsumsi karena ada perasaan ragu dan takut karena S telah lebih dulu jatuh sakit. Baik sapi maupun dua kambing akhirnya dikubur.

Paska laporan, DPKH lantas melakukan penanganan dengan memberikan antibiotik dan vitamin pada kambing yang masih hidup di sekitar rumah S. Formalin juga telah ditebar di titik-titik tempat pengulitan kambing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement