Rekor Buruk Timnas Indonesia di Singapura Jadi Ancaman Besar
Timnas Indonesia hanya sekali menang di kandang Singapura pada Piala AFF. Rekor itu menjadi sorotan jelang laga krusial Grup A AFF 2026.
Ilustrasi Razia Pengemis - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul akan menggalakkan patroli dan operasi terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) saat pertengahan Ramadan dan menjelang Lebaran. Masyarakat yang akan memberikan bantuan sosial diimbau untuk menyalurkan bantuannya ke lembaga-lembaga resmi dan tidak memberikan bantuan di jalan.
Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto mengatakan operasi terhadap anak jalanan dan gepeng sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Bantul No.4/2018. Sedangkan untuk pengintensifan operasi akan dilakukan pada pertengahan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Sebab, diakui Jati, sebelum menjelang Lebaran akan ada banyak gepeng yang datang ke wilayah Bantul. Adapun asal dari gepeng tersebut kabanyakan berasal dari luar DIY seperti beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sedangkan setiap menggelar aksinya mereka selalu berpindah-pindah lokasi.
"Untuk operasi, sudah ada beberapa lokasi yang akan menjadi sasaran kami. Untuk frekuensi menyesuaikan situasi. Yang jelas menjelang Lebaran akan lebih kami intensifkan dan perbanyak frekuensi operasinya," kata Jati, Kamis (14/3/2024).
Adapun berdasarkan data di Satpol PP Bantul, jumlah gepeng yang dirazia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada 2021 ada sebanyak 18 orang gepeng tertangkap razia. Jumlah itu meningkat pada 2022 menjadi 32 orang dan pada 2023 ada sebanyak 23 orang gepeng yang terkena razia.
BACA JUGA: Hasil Mengemis Lumayan", Gepeng Masih Saja Ditemukan Meski Berulangkali Ditertibkan
Jati menyampaikan selama ini penertiban yang dilakukan Satpol PP Bantul sebatas memberikan peringatan kepada gepeng yang terjaring, Sementara apabila gepeng tersebut tidak mampu secara ekonomi dan tidak memiliki keluarga, maka Satpol PP Bantul bekerja sama dengan Dinas Sosial DIY akan merehabilitasi gepeng tersebut.
Bantuan Sosial
Selain akan menggelar operasi terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis, Jati juga mengingatkan masyarakat untuk menyalurkan bantuan sosial melalui lembaga-lembaga resmi seperti Baznas, Lazis dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada.
Jika bantuan sosial diberikan langsung ke anak jalanan, gelandangan dan pengemis, Jati khawatir justru malah membuat keberadaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis bertambah. Dikhawatirkan pekerjaan ini berpotensi menghasilkan uang lalu mengundang orang menjadi anak jalanan, gelandangan dan pengemis.
"Untuk itu kami imbau agar gunakan lembaga-lembaga yang sah, karena sudah punya jalur untuk menyalurkan sedekah, infaq kepada yang membutuhkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas Indonesia hanya sekali menang di kandang Singapura pada Piala AFF. Rekor itu menjadi sorotan jelang laga krusial Grup A AFF 2026.
Polda DIY menyita 13.817 botol miras ilegal dan oplosan dari 443 kasus sepanjang Januari-Juni 2026 demi menjaga kamtibmas.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
BRIN mengembangkan Food Guard, alat berbasis AI untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng sebagai inovasi pendukung program MBG.
Abdul El-Sayed memenangi pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan dan berpeluang menjadi senator Muslim pertama AS. Donald Trump bereaksi keras.