Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman akhirnya memastikan ternak yang mati di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan positif antraks. Hasil ini mengacu pada uji laboratorium yang dilaksanakan oleh Balai Besar Veteriner Wates.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan setelah adanya kabar ternak mati di Kalinongko Kidul karena diduga antraks, upaya pengecekan ke lapangan telah dilakukan.
Untuk kepastian kasus, juga sudah diambil sampel darah dan tanah guna pemeriksaan oleh BB Veteriner Wates. “Hasilnya sudah keluar dan memang positif,” kata Suparmono melalui pesan Whatsapp, Kamis (14/3/2024).
Meski demikian, dia belum memberikan rincian berapa ternak mati lantaran positif antraks. Untuk itu, dia beralasan sedang ada rapat dan detail teknisnya meminta menghubungi bidang peternakan yang menangani langsung. “Saya baru rapat. Ke bidang peternakan untuk jelasnya,” kata dia.
Sebelumnya, Suparmono menjelaskan sejak 2 Februari hingga 7 Maret 2024 ada sembilan ternak milik dua warga Kalinongko yang mati secara mendadak.
Rinciannya, enam kambing dan seekor sapi miliki Wagiman di RT 05. Sedangkan dua ekor kambing lainnya merupakan milik Warno Miharjo. “Yang mati pertama dikubur. Tetapi, untuk yang mati berikutnya saat sekarat disembelih kemudian dagingnya dibagikan ke warga [Brandu]. Tetapi, ada juga satu ekor kambing milik Warno Miharjo yang mati kemudian dibuang ke sungai,” katanya.
Menurut Suparmono, sudah ada upaya penanganan. Warga di Kalinongko Kidul sudah diberikan sosialisasi terkait dengan bahaya menyembelih hewan yang sakit.
Selain itu, juga sudah dilaksanakan penyemprotan sterilisasi atau disinfeksi di lokasi kandang tempat ternak dipelihara. “Kami juga sudah memberikan pengobatan dan vitamin untuk ternak di sekitar lokasi,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, hingga sekarang masih menunggu keluarnya hasil sampel untuk 26 warga yang menjadi suspek antraks. Pasalnya, setelah mencuat kasus ada upaya pengujian untuk kepastian penularan antraks. “Belum keluar hasilnya. Kami masih menunggu,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Antraks Kayoman, Mayoritas Warga Mengalami Gejala Diare dan Demam
Selain ada 26 warga Kalinongko Kidul yang menjadi suspek antraks, Cahya juga tidak menampik adanya warga yang mengkonsumsi daging hasil brandu meninggal dunia. Meski demikian, ia membantah penyebab kematian dikarenakan suspek antraks.
Menurut dia, peristiwa meninggalnya warga ini terjadi pada 22 Februari 2024, sedangkan dugaan antraks merebak baru pada 7 Maret 2024. Cahya mengatakan, sampel tidak bisa diambil dikarenakan sudah dikuburkan, hasil keterangan warga yang bersangkutan memiliki Riwayat penyakit asam lambung. “Jadi belum ada bukti konfirmasi terkait dengan suspek antraks. Ini diperkuat tidak adanya laporan dari rumah sakit berkaitan dengan penyebab kematian karena antraks,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Tiga HP rugged untuk pemadam kebakaran dengan sertifikasi IP68, IP69K dan MIL-STD-810H, serta pilihan baterai hingga 25.500 mAh.
TikTok dan ByteDance setuju membayar denda US$400 juta atau Rp7,05 triliun di AS terkait dugaan pelanggaran privasi data anak.
Mitchell Baker cetak gol perdana bersama Georgetown University di NCAA 2026. Penyerang Timnas Indonesia itu berpeluang kembali dipanggil.
Karhutla Kalimantan meningkat sejak akhir Juli 2026. Copernicus soroti kenaikan emisi, kabut asap, El Niño, dan risiko kebakaran gambut.
Cara daftar bansos 2026 lewat HP, cek desil Kemensos, syarat pengajuan, dan jalur daftar melalui desa atau kelurahan.