630 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilihan Lurah Serentak di Gunungkidul
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta segera dilakukan vaksinasi ternak milik warga di sekitar lokasi temuan antraks. Hal ini sebagai bukti kesiagaan Pemkab Sleman untuk menangani kasus antraks.
“Sapi dan ternak disana segera dilakukan vaksin agar kasusnya semakin terkendali,” kata Kustini kepada wartawan, Kamis (14/3/2024).
Menurut dia, Pemkab Sleman serius untuk menangani masalah antraks. Selain upaya vakasinasi, sudah dilakukan tindakan pencegahan agar kasus tidak meluas.
Salah satunya dengan menyisir ke rumah warga yang masih menyimpan daging dari ternak yang sakit ini. Kustini mengungkapkan, total ada sembilan keluarga yang masih menyimpan daging tersebut. “Sisanya langsung diambil kemudian dibakar. Lantas dikubur dengan cara dicor,” katanya.
Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan maupun Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan juga melakukan sosialisasi di Masyarakat berkaitan dengan Kesehatan hewan maupun konsumsi daging. Diharapkan dengan edukasi ini, maka pemahaman dan pengetahuan masyarakat menjadi meningkat sehingga tidak lagi mengonsumsi daging yang ternaknya mengalami sakit.
“Ya nanti kita kaji dulu nggih. Yang penting memberikan edukasi kepada Masyarakat bahwa tradisi brandu merupakan hal yang tidak baik,” kata Kustini saat disinggung mengenai adanya kompensasi untuk ternak warga yang mati secara sakit.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, kasus antraks ditemukan di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan. Hasil ini diketahui dari hasil uji sampel tanah di lokasi ternak warga yang mati. “Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan positif,” katanya.
Suparmono menjelaskan, sejak 2 Februari hingga 7 Maret 2024 terdapat sembilan ternak milik dua warga Kalinongko yang mati secara mendadak. Rinciannya, enam kambing dan seekor sapi miliki Wagiman di RT 05. Sedangkan dua ekor kambing lainnya merupakan milik Warno Miharjo.
“Yang mati pertama dikubur. Tapi, untuk yang mati berikutnya saat sekarat disembelih kemudian dagingnya dibagikan ke warga [Brandu]. Tapi, ada juga satu ekor kambing milik Warno Miharjo yang mati kemudian dibuang ke sungai,” katanya.
Disinggung mengenai program vaksinasi ternak di lokasi kasus antraks, Suparmono mengakui adanya program tersebut. Meski demikian, untuk pelaksanaan dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian. “Vaksin akan diberikan besok dari Kementerian Pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 20 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.