Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin (berbatik coklat), dan Penulis Esaputri Purwandari dalam bedah buku bertajuk "Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas" karya Esaputri Purwandari dkk di Limasan Prodong, Jumat (15/3/2024). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas karya Esaputri Purwandari dkk di Limasan Prodong, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, Jumat (15/3/2024). Bedah buku tersebut digelar untuk meningkatkan literasi masyakat mengenai pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Muhamad Rosyid Budiman mengatakan bedah buku kali ini membahas mengenai pengelolaan sampah. "Kami berharap masyakat tahu cara mengelola sampah, karena sampah bisa menjadi bahan ekonomi untuk dikelola," katanya.
BACA JUGA: BEDAH BUKU DPAD DIY Gugah Kesadaran Wisata melalui Program Literasi
Dia menuturkan, bedah buku yang digelar bertujuan meningkatkan literasi pada masyarakat. "Karena kami ingin literasi masyarakat meningkat. Harapannya, dengan literasi yang lebih baik mereka dapat berkegiatan yang bisa memberikan dampak ekonomi," katanya.
Dengan tingkat literasi yang tinggi, masyakat dapat lebih memahami berbagai cara untuk meningkatkan penghasilan. "Hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yakni menurunkan angka kemiskinan di DIY," katanya.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin menilai sampah telah menjadi masalah utama di Jogja. "Maka, kami sampaikan bahwa pengelolaan sampah menjadi skala prioritas pembangunan di DIY," katanya.
Terlebih, saat ini TPST Piyungan bakal ditutup total. Menurut dia, setiap kabupaten dan kota di DIY harus memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. "DPAD DIY memberikan literasi berkaitan dengan darurat sampah yang terjadi di DIY," katanya.
Sementara, Esaputri Purwandari selaku penulis buku sekaligus penggerak Koperasi Konsumen Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (Gemi) menyampaikan komunitasnya terus membantu edukasi pengelolaan sampah kepada masyakat.
"Karena jumlah warga di DIY banyak, maka perlu gerakan pengelolaan sampah agar bisa mengelola sampah secara cerdas," katanya.
Koperasi Konsumen Gemi selama ini telah mengolah sampah menggunakan magot, pembuatan sabun dari minyak jelantah, dan kerajinan dari plastik. "Dari sampah bisa jadi berkah," katanya.
Menurutnya, buku Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas dibuat berdasarkan pengalaman Koperasi Konsumen Gemi dalam pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Komunitas tersebut telah berdiri sejak 2015 dan bergerak dalam pendirian dan pendampingan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat di berbagai komunitas.
Buku tersebut berdiri dari empat bagian, yaitu pengenalan konsep zero waste, peraturan pengelolaan sampah, pengenalan jenis sampah dan berbagai metode pengolahannya, serta cara mendirikan dan mengembangkan bisnis kelompok pengelola sampah mandiri. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.