Advertisement
BEDAH BUKU: Bangun Ketahanan Keluarga dengan Literasi
Suasana bedah buku di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon yang diselenggarakan DPAD DIY dimana diikuti 80 warga setempat, Selasa (19/3/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko.
Advertisement
KULONPROGO—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY kembali menggelar bedah buku di Bumi Binangun. Bedah buku bekerja sama dengan DPRD DIY ini digelar di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Selasa (19/3/2024). Buku yang dibedah berjudul 200 Tips Ibu Smart Anak Sehat. Warga Kalurahan Plumbon antusias mengikuti bedah buku.
Pustaka Madya DPAD DIY, M. Hadi Pranoto menjelaskan gelaran ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat. Tak hanya meningkatkan literasi, gelaran ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Perpustakaan Grhatama yang dimiliki DPAD DIY. Perpustakaan terbesar di DIY itu juga menawarkan berbagai fasilitas yang dapat diakses masyarakat luas.
Advertisement
BACA JUGA : BEDAH BUKU: Pentingnya Menumbuhkan Entrepreneurship Sejak Dini
"Kami memiliki berbagai fasilitas dan layanan, tidak hanya buku tapi ada ruang multimedia, diorama, dan berbagai fasilitas literasi lainnya yang menyenangkan," ujar Hadi, Selasa.
Gelaran bedah buku, menurut Hadi, menjadi bagian dari upaya menguatkan minat baca masyarakat. "Dengan buku dan sumber literasi lain jika tinggi minatnya maka akan semakin menguatkan pengembangan sumber daya manusia, sehingga berbagai masalah keseharian mudah diatasi bersama, seperti pola pengasuhan anak yang dibahas kali ini," katanya.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara mengapresiasi kinerja DPAD DIY yang selalu berusaha mengupayakan dan mendekatkan literasi di tengah masyarakat, salah satunya melalui bedah buku.
Terkait dengan tema tentang pola asuh anak, Ika yang tinggal di Kapanewon Wates ini menyatakan bahwa pola asuh anak menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi ibu atau perempuan, namun bapak atau laki-laki juga harus tahu. “Maka gambar sampul buku ini ada ibu, suami serta anak," katanya.
Ketiadaan peran bapak dalam pengasuhan, menurut Ika, menyebabkan berbagai masalah. "Indonesia nomor tiga di dunia sebagai negara yang fatherless, tentu ini masalah yang harus dihadapi bersama. Bukan bapaknya yang tidak ada atau meninggal, tapi sosoknya yang harus hadir saat pengasuhan anak," katanya.
Melalui bedah buku itu, Ika berharap mulai tumbuh kesadaran bersama untuk memberikan pengasuhan yang baik ke anak-anak. "Agar ketahanan keluarga juga dapat terus ditingkatkan, sehingga masalah-masalah lain seperti kejahatan jalanan berkurang," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








