AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Arsip-Suasana Pantai Parangtritis dipenuhi para wisatawan, Sabtu (25/12/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mencatat telah mendapatkan pendapat asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp5 miliar dari Januari hingga Maret 2024.
Meski demikian, target PAD Rp49 miliar pada tahun 2024 kemungkinan sulit terealisasi. Padahal, Dispar Bantul mulai memberlakukan tarif baru untuk kawasan Pantai Selatan (Pansela) per 1 Mei 2024 dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pengunjung.
Plt Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, besaran PAD senilai Rp5 miliar selama Januari hingga Maret 2024 tersebut didasarkan kepada jumlah pengunjung dan penerapan tarif lama yakni Rp10.000 per pengunjung.
Jumlah itu dipastikan naik pada April 2024, karena pada libur Lebaran 2024, diperkirakan ada 300.000 wisatawan datang. Atau ada penambahan PAD hingga Rp3 miliar, dengan penerapan tarif lama yakni Rp10.000 perorang.
“Sedangkan mulai 1 Mei 2024, kami akan menerapkan tarif baru untuk kawasan pantai selatan. Sesuai dengan Peraturan Bupati Bantul Nomor 23 Tahun 2024 tentang Tarif Retribusi Jasa Usaha Atas Pelayanan Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Olahraga, besaran tarif baru yang diberlakukan adalah Rp15.000 perorang dengan perincian Rp14.500 ditambah asuransi Rp500 untuk setiap pengunjung,” papar Kwintarto, Kamis (4/4/2024).
Sementara untuk Kawasan Goa Selarong dan Goa Cerme sesuai dengan Peraturan Bupati tersebut, kata Kwintarto, masih sama yakni Rp10.000 per pengunjung dengan rincian Rp9.500 ditambah asuransi Rp500 untuk setiap pengunjung.
BACA JUGA: Tarif Retribusi Wisata Bantul Resmi Naik, Segini Besarannya
Disisi lain, dengan adanya kenaikan tarif tersebut, diakui Kwintarto cukup berat untuk mengejar target PAD sektor pariwisata pada tahun 2024 sebesar Rp49 miliar.
“Nah, dengan diberlakukannya tarif baru pada Mei kan artinya ada 8 bulan, kemungkinan kami bisa dapat 2 juta wisatawan. Untuk itu, kami optimistis bisa meraih PAD mencapai Rp35 miliar tahun ini,” ucap Kwintarto.
Sementara, dengan kebijakan penerapan tarif baru dengan sistem terusan, Kwintarto berharap agar diikuti dengan upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat berwisata di Pantai Bantul. Selain itu menurut dia dilakukan untuk mendorong lama tinggal atau length of stay wisatawan di Bantul.
"Tentu harapannya, wisatawan akan bisa lebih lama di Bantul. Sehingga ekonominya nanti juga bisa jalan," kata Kwintarto.
Sementara terkait dengan persiapan menghadapi libur Lebaran 2024, Kwintarto memaparkan Dispar Bantul akan membuka tempat pemungutan retribusi (TPR) Parangtritis dan Pantai Depok selama 24 jam. Petugas penarik retribusi dari 34 orang akan ditambah menjadi sekitar 60 orang, agar optimal dalam pelayanan.
Selain itu, Dispar juga turun ke pelaku wisata dan meminta para pelaku wisata terutama pemilik usaha kuliner agar tidak menaikkan tarif secara tak wajar atau 'nuthuk' saat libur lebaran.
"Kami minta para pelaku wisata agar hal hal yang tidak baik, seperti tarif parkir dan tarif makanan nuthuk agar dihindari. Kami juga minta agar objek wisata yang kotor agar segera dibersihkan," ucap Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)