Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 29 Juni 2026, Cek Jam Berangkatnya
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 29 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Imam jemaah Aolia Gunungkidul Mbah Benu. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, JOGJA—Jika anda berkunjungan ke Pantai Ngobaran yang terletak di Kecamatan Panggang Gunungkidul akan melihat sebuah bangunan Musala kecil tepat di di atas perbukitan bibir pantai. Ternyata Musala ini dibangun oleh KH. Ibnu Hajar Pranolo alias Mbah Benu.
Kepastian informasi bahwa Musala tersebut dibangun Mbah Benu tertulis dalam karya ilmiah tesis Mohammad Ulyan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Puwokerto tahun 2018 berjudul berjudul Dekonstruksi Mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam Pendidikan Akidah Perspektif KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo 1942-Sekarang (2017).
Harianjogja.com berusaha mengkonfirmasi data tersebut ke pihak keluarga Mbah Benu lewat sambungan telepon, pun dibenarkan oleh anak menantunya bernama Daud. "Iya [Musala di Ngobaran dibangun Mbah Benu]," kata Daud, Minggu (7/4/2024).
Musala yang dibangun tersebut memang tidak seperti musala pada umumnya yang menghadap ke kiblat atau barat, namun bangunan di tepi pantai ini menghadap ke laut selatan. Pada karya ilmiah tesis Dekonstruksi Mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam Pendidikan Akidah Perspektif KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo diungkap alasan pembangunan musala tersebut meski tidak diungkap tahun pelaksanaan pembangunan.
"KH. Ibnu Hajar mengungkapkan bahwa pendirian mushola tersebut berawal ketika sedang berdzikir di tepi Pantai Ngobaran bersama para jamaah. Kemudian tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Seketika itu para jamaah berlari membubarkan diri agar tidak kehujanan. Setelah itu KH. Ibnu Hajar membangun mushola tepat di tepi Pantai Ngobaran, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Mushola Aoliya` tersebut berbeda dengan mushola pada umumnya, karena tempat pengimamannya
menghadap ke Selatan, namun demikian tetap ditulis arah kiblat menghadap barat,".
Disebut musala Aolia, bangunannya berlantaikan pasir pantai. Ventilasi khas bermotif logo Jamaah Aoliya menghiasi dinding serta beberapa kaligrafi menambah unik bangunan tersebut. Di sebelah barat berdiri bangunan Pura yang terdiri dari beraneka macam patung menjadikan pemandangan yang khas bagi wisatawan. "Ombak besar laut selatan menghantam karang serta semilir angin pantai menemani penulis ketika melakukan observasi di Pantai Ngobaran. Mushola tersebut merupakan gerbang untuk memasuki Keraton Kerajaan Pantai Selatan," tulis Tesis tersebut.
Keberadaan Musala ini melengkapi sejumlah tempat ibadah di pantai tersebut. Karena di lokasi tersebut juga terdapat Pura yang biasa digunakan oleh umat Hindu. Karena terdapat beberapa tempat ibadah inilah pantai Ngobaran sering disebut sebagai simbol toleransi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 29 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BAT memangkas 9.000 pekerjaan global sebagai bagian dari transformasi digital dan penurunan industri rokok dunia.
Apple resmi menjual MacBook Neo refurbished dengan harga lebih terjangkau, memberi opsi hemat bagi pengguna ekosistem macOS.
Justin Kluivert gagal penalti saat Belanda kalah dari Maroko di Piala Dunia 2026, memicu reaksi ramai warganet Indonesia di media sosial.
Studi terbaru ungkap anak lahir musim panas berisiko lebih tinggi terkena flu akibat jadwal vaksin yang tidak optimal.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.