Hasto Buka Kanal Aduan Warga untuk Laporkan Dugaan Pungli
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
Ribuan orang mengikuti salat Idulfitri di Masjid Gedhe Kauman pada Jumat (20/3/2026).-Stefani Yulindriani/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Ribuan umat Muslim mengikuti Salat Idulfitri di Masjid Gedhe Kauman, Jumat (20/3/2026). Bertindak sebagai Imam dan Khatib yakni Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin. Tak hanya di halaman masjid, jemaah juga meluber hingga sekitar Alun-Alun Utara.
Dalam khotbahnya, Izzul menegaskan ketakwaan tidak hanya diukur dari aspek ibadah spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sosial dan perilaku sehari-hari. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 177 yang menjelaskan bahwa kebajikan sejati bukan sekadar menghadapkan wajah ke arah tertentu saat beribadah, melainkan diwujudkan melalui keimanan kepada Allah, hari akhir, serta kepedulian sosial seperti membantu kerabat, anak yatim, dan orang miskin.
“Ketakwaan seseorang harus terlihat secara seimbang antara spiritual, sosial, dan material atau fisik,” ujarnya pada Jumat (20/3/2026).
Dia menjelaskan peningkatan ketakwaan pasca-Ramadan seharusnya tidak hanya tampak dalam kualitas ibadah, tetapi juga dalam kualitas hubungan sosial, seperti berkata baik, menghormati tetangga, dan memuliakan tamu. Lebih lanjut, Izzul mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan keimanan seseorang sangat erat kaitannya dengan interaksi sosial.
“Tidak mungkin seseorang mengaku beriman dan bertakwa jika masih sering berkata buruk dan menyakiti orang lain,” katanya.
Izzul juga mengingatkan tantangan kehidupan modern saat ini adalah menurunnya kualitas interaksi sosial akibat dominasi komunikasi digital. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menumpulkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga menyoroti berbagai fenomena sosial seperti kekerasan dalam keluarga hingga praktik korupsi sebagai bukti belum terimplementasikannya nilai keimanan dan ketakwaan secara konsisten dalam kehidupan.
“Oleh karena itu, mari kita instropeksi diri agar tidak termasuk golongan yang berbuat kerusakan tanpa menyadarinya,” ujarnya.
Di akhir khotbah, dia pun mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, hingga berbangsa dan bernegara. Dia menutup khutbahnya dengan seruan agar umat saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2.
“Jika setiap individu berusaha berbuat baik, maka akan tercipta kehidupan yang harmonis, menuju masyarakat yang lebih baik dan negeri yang aman, makmur, serta diridhai Allah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.