Jangan Tergiur Harga Murah, Kenali 5 Tanda Tanah Bermasalah
Kenali 5 tanda tanah bermasalah sebelum membeli, mulai dari sertifikat tidak jelas hingga sengketa lahan agar terhindar dari kerugian besar.
Homestay Tembi./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Okupansi sejumlah homestay di Bantul bagian utara meningkat pada libur Lebaran 2024. Sebaliknya homestay di Bantul bagian selatan justru sepi.
Ketua Desa Wisata Tembi, Dawud Subroto mengungkapkan homestay yang mulanya sepi dari awal hingga akhir Ramadan, mendadak diserbu oleh para pengunjung pada libur Lebaran 2024. Dari 45 unit homestay yang ada di Desa Wisata Tembi, saat ini okupansinya mencapai 100%.
"Jadi kemarin pas Bulan Puasa itu sepi sekali. Lima hari sebelum Lebaran sudah mulai ada yang terisi satu dua kamar, terus puncaknya pada Lebaran hari kedua sampai hari ini semua kamar penuh. Puncaknya mungkin hari ini, karena tanggal 16 kan sudah pada masuk ya," kata Dawud, Senin (15/4/2024).
Dawud yang juga memiliki homestay dengan kapasitas 12 kamar tersebut mengungkapkan rata-rata pengunjung berasal dari kalangan keluarga dan berasal dari sejumlah kota di Pulau Jawa.
Adapun lama dari menginap, sejauh ini, Dawud mengungkapkan ada bermacam-macam. "Tetapi rata-rata memang mereka menginap dua sampai tiga hari disini," terang Dawud.
Terkait dengan alasan para pengunjung memilih menggunakan homestay, Dawud mengaku pengunjung sengaja memilih homestay karena berekreasi di DIY dan ada juga memilih homestay karena dekat dengan rumah keluarga yang dikunjungi saat Lebaran.
"Selain itu, mereka juga ingin menghindari kemacetan di Kota Jogja. Selain itu, di Kota Jogja juga penuh, dan ada juga yang jenuh dengan kondisi kota, sehingga memilih homestay di daerah kami," papar Dawud.
Untuk harga per orang, Dawud mengaku menerapkan tarif bervariasi. Ada pemilik homestay yang menerapkan kenaikan harga ada juga yang tidak menerapkan kenaikan harga. Alasan beberapa pemilik homestay tidak menaikkan harga karena enggan mendapatkan komplain dari para pengunjung. "Ya, harga sekarang mulai dari Rp300.000 hingga Rp800.000 per malam," terang Dawud.
Sepi
Sejumlah homestay di sentra batik tulis, Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul justru bernasib sebaliknya. Dari belasan homestay yang ada, hanya ada beberapa homestay yang melayani pengunjung. Alasannya, pemilik homestay memilih merayakan Lebaran bersama keluarga.
"Hanya ada beberapa yang buka. Tetapi enggak banyak satu dua saja. Kebetulan untuk tempat saya tidak buka selama Lebaran. Ya, karena memang Lebaran, makanya banyak yang enggak buka," kata pemilik homestay Adiluhung, Isnaini Muhtarom.
BACA JUGA: Libur Panjang, Ini 3 Penginapan di Bawah Rp200.000 Dekat Malioboro
Kondisi yang hampir sama juga dialami oleh beberapa pemilik homestay di Desa Wisata Mangunan. Ketua Koperasi Notowono Mangunan, Purwo Harsono mengungkapkan saat libur Lebaran 2024, tidak banyak pengunjung menginap di homestay di wilayahnya. "Saat ini turun mas. Tahun ini homestay dan daya tarik wisata di sini semua turun," katanya.
Hal ini dibuktikan, kata Ipung, panggilan akrab Purwo Harsono, dengan tidak banyaknya homestay yang terisi selama libur Lebaran 2024. Padahal di wilayahnya ada 60 kamar di 16 homestay. "Keterisiannya enggak banyak, mas," ucap Ipung.
Ipung menilai sepinya pengunjung ke homestay di kawasannya dikarenakan berbagai hal. Salah satu nya adalah jalur yang dianggap berisiko. Selain itu mengenai jalur masuk ke kawasan Mangunan yang simpang siur, sehingga membuat pengunjung enggan datang. "Selain itu, kami juga belum mempersiapkan dan memiliki hal yang baru dan menarik wisatawan," ucap Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali 5 tanda tanah bermasalah sebelum membeli, mulai dari sertifikat tidak jelas hingga sengketa lahan agar terhindar dari kerugian besar.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Pemkab Kulonprogo berencana menghidupkan kembali Alwa GERR Nostalgia di Alun-alun Wates untuk menggerakkan UMKM, budaya, dan hiburan masyarakat.
Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN. Prevalensi mencapai 11,52% dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kro
Kisah Ruhaeni Intan di Jogja, mengolah kegelisahan perantau jadi strategi menulis hingga tembus Kusala Sastra 2026.