Advertisement

Pelajar asal Sragen Terseret Ombak Pantai Drini, Begini Kondisinya

Andreas Yuda Pramono
Senin, 15 April 2024 - 16:07 WIB
Arief Junianto
Pelajar asal Sragen Terseret Ombak Pantai Drini, Begini Kondisinya Tenggelam - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pelajar asal Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terseret ombak saat berwisata di Pantai Drini, Senin (15/4/2024) sekitar pukul 11.45 WIB.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto menjelaskan bahwa korban yang masih berumur 15 tahun tersebut sedang bermain di air bersama rombongannya asal Sragen.

Advertisement

Diduga, korban bermain terlalu ke tengah sehingga terseret arus laut. Padahal, menurut Surisdiyanto area tersebut merupakan rip current. Diketahui, rip current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai. Arus ini terbilang kuat, bahkan bisa menyapu perenang yang sudah andal sekalipun.

BACA JUGA: Ombak Pantai Glagah Sempat Tinggi, Wisatawan Diminta Hati-Hati

BMKG menerangkan rip current disebebkan karena pertemuan ombak yang sejajar dengan garis Pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi. Kecepatan tersebut bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut, dan bentuk Pantai. Kecepatan rip current dapat melebihi 2 meter/detik. “Petugas yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban di tepi,” kata Surisdiyanto, Senin.

Setelah berhasil dibawa ke tepian, korban dibawa ke pos Satlinmas untuk diberi perawatan. Kondisi korban saat ini telah membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran

News
| Kamis, 03 April 2025, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Dusun Mlangi dan Jejak Islam di Jogja

Wisata
| Minggu, 23 Maret 2025, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement