Pertanggungjawaban APBD Jateng 2025 Disetujui
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Istimewa
SLEMAN—Libur Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah tahun ini memberikan berkah melimpah bagi seluruh masyarakat. Sudah menjadi kebiasaan di setiap perayaan Idulfitri setiap umat muslim bersilaturahmi ke sanak saudara dan mudik ke kampung halaman.
Tradisi ini berkembang menjadi kesempatan untuk sekaligus berlibur menikmati libur dan cuti bersama Lebaran yang tahun ini berlangsung selama 10 hari.
“Sebagai salah satu wilayah destinasi wisata di DIY, Kabupaten Sleman telah memoles diri menyambut para pemudik dan wisatawan di kampung halamannya. Syukur alhamdulillah sebagaimana libur Lebaran di tahun-tahun sebelumnya, wisata di Kabupaten Sleman memiliki magnet tersendiri bagi para pemudik,” ujar Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Rabu (17/4/2024).
Kustini menyebut bahwa jumlah kunjungan wisata di Sleman selama libur Lebaran 1445 H mencapai 339.361 pergerakan atau setara dengan 113.09% dari target yang ditetapkan (300.000 pergerakan). Jumlah ini meningkat sebesar 112,34% dibanding pergerakan wisatawan dari tahun sebelumnya.
Pada musim liburan Lebaran pergerakan wisatawan Sleman masih didominasi wilayah Sleman utara dengan total pergerakan sebanyak 54,17% atau sebanyak 183.777 wisatawan. Puncak pergerakan di wilayah ini terjadi pada Sabtu (13/4/2024) dengan total pergerakan sebanyak 46.829 pergerakan.
Sedangkan di wilayah timur Sleman total pergerakan wisatawan tercatat sebanyak 113.058 atau 33,32%. “Pada periode libur Lebaran 2024 ini, wilayah barat Kabupaten Sleman mencatatkan 12.313 pergerakan [3,63%], sedangkan wilayah Sleman tengah sebanyak 6.615 pergerakan,” katanya.
Dari pantauan Dinas Pariwisata Sleman, wisatawan yang datang ke Sleman masih menggemari wisata alam seperti Kaliurang dan tentunya kekayaan heritage seperti candi dan museum masih menjadi destinasi favorit wisatawan.
Tercatat, sejumlah 94.724 pergerakan wisatawan atau sebesar 27,92% wisata terjadi di destinasi wisata budaya. Secara berurutan, destinasi yang menjadi pilihan wisatawan adalah destinasi wisata alam sebanyak 94.462 (27,84%), destinasi wisata buatan sebanyak 70.170 (20,68%), destinasi wisata petualangan sebanyak 64.196 (18,92%), dan sisanya sebanyak 15.709 (4,63%) berkunjung ke desa wisata.
“Sejauh ini pilihan wisatawan Sleman saat berlibur di Sleman adalah kawasan Kaliurang dan Kaliadem, Candi Prambanan, Ratu Boko dan tentunya volcano tour,” kata Kustini.
Membanjirnya jumlah wisatawan Sleman tentunya memberikan dampak positif pada pergerakan perekonomian Sleman. Hal ini dapat dilihat dari rerata okupansi hotel selama periode libur lebaran (10-12 April 2024) adalah 70,43%, dengan nilai minimum okupansi sebesar 13,11% dan maksimum okupansi sebesar 100,00%.
Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari sinergi semua pihak baik penyelenggara pariwisata, kepolisian, dan tentunya seluruh warga masyarakat Sleman yang telah menjadi tuan rumah yang ramah bagi seluruh pemudik dan wisatawan. “Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak sehingga musim liburan Hari Raya Idulfitri di Sleman berlangsung aman dan menyenangkan,” kata Kustini. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
KPK periksa 9 saksi terkait alih fungsi hutan di Kuansing dan dugaan suap jabatan yang menjerat Bupati Suhardiman Amby.
Ahli gizi menyarankan smoothie pagi kaya protein, serat, dan lemak sehat untuk menjaga metabolisme dan energi tetap stabil.
Sebanyak 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih siap ditempatkan Agustus 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan percepat pemerataan.
Pertamina pastikan stok BBM di Jateng dan DIY aman hingga 14 kali konsumsi harian. Antrean SPBU disebut masih terkendali.