Advertisement

Kelompok Jaga Warga Diharapkan Dapat Ikut Menyelesaikan Konflik di Masyarakat

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 18 April 2024 - 21:47 WIB
Arief Junianto
Kelompok Jaga Warga Diharapkan Dapat Ikut Menyelesaikan Konflik di Masyarakat Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengukuhkan kelompok jaga warga Kalurahan Wareng dan Wunung Kapanewon Wonosari di Lapangan Teguhan, Kalurahan Wunung, Wonosari, Kamis (18/4/2024). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satpol PP Gunungkidul meminta agar kelompok Jaga Warga yang ada di Gunungkidul dapat ikut menyelesaikan konflik di masyarakat.

Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan kelompok Jaga Warga juga memiliki peran dalam berbagai urusan pemerintahan utamanya dalam bidang pembangunan dan kemasyarakatan selain menyelesaikan konflik di masyarakat.

Advertisement

Dia menambahkan, Bupati Gunungkidul baru saja mengukuhkan kelompok baru Jaga Warga di Kalurahan Wareng dan Wunung Kapanewon Wonosari, Kamis (18/4/2024) dengan jumlah anggotanya mencapai total 275 orang dari 11 padukuhan. Masing-masing padukuhan berjumlah 25 orang.

Pembentukan jaga warga, kata Edi mendasarkan pada amanat Peraturan Gubernur (Pergub) No. 28/2021. "Setiap bulan ada empat kali pengukuhan yang akan kami laksanakan,” kata Edi dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA: Sultan: Pembentukan Jaga Warga Sesuai dengan Kebutuhan Zaman

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan keberadaan jaga warga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan.

"Harapan saya, kelompok jaga warga dapat menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga serta menjaga masyarakat dari ancaman yang dapat muncul dari berbagai aspek," kata Sunaryanta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gelombang Kedua Keberangkatan Jemaah Haji, Kemenag Berharap Tak Ada Lagi Kasus Delay

News
| Sabtu, 25 Mei 2024, 05:37 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement