Dishub Bantul Tertibkan PKU dengan Tagihan Listrik Membengkak
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
Seto Nurdiyantoro (tiga kanan) bersama Erwan Hendarwanto (dua kiri) didampingi sejumlah kelompok suporter PSIM Jogja bergambar bersama seusai syawalan dan perayaan hari jadi PSSI beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, JOGJA—Nama Seto Nurdiyantoro dan Erwan Hendarwanto mencuat untuk diduetkan kembali memimpin PSIM Jogja pada Liga 2 musim depan. Ini menyusul rencana manajemen yang tengah berburu nama pelatih baru bagi Laskar Mataram.
Keduanya bukan nama asing bagi PSIM Jogja. Seto dan Erwan tercatat pernah menjadi nakhoda Laskar Mataram dan sama-sama membekas di hati suporter. Seto pada 2013-2015 dan 2020-2021. Sementara Erwan pada 2018-2019, 2019-2020, dan 2022-2023.
BACA JUGA: Skuad PSIM Musim 2023 Segera Dibubarkan
Seto sendiri sempat menepi dari aktivitas sepak bola profesional cukup lama lantaran alasan keluarga dan terjun ke dunia politik praktis. Namun, duduk di legislatif tampaknya belum menjadi jalan karir baru bagi pelatih berlinsensi AFC Pro itu.
Belum lama ini keduanya bertemu dalam agenda syawalan dan perayaan hari jadi PSSI ke-94 tahun di monumen PSSI, Baciro. Momentum ini dimanfaatkan kelompok suporter untuk mendorong keduanya menjadi pelatih dan asisten pelatih Laskar Mataram musim depan.
Seto mengatakan, opini dari berbagai pihak untuk mewacanakan dirinya dan Erwan sebagai pelatih PSIM sah-sah saja, tapi sampai sekarang belum ada kepastian konkret. Dirinya menyebut, dorongan kelompok suporter itu merupakan bentuk doa yang bertujuan agar PSIM lebih baik le depannya.
"Kita lihat saja perkembangan ke depannya," kata Seto.
Pelatih yang sempat membawa PSIM ke babak semifinal Liga 2 musim 2021 itu sebelumnya memang sempat diminta keluarganya untuk tidak lagi berkecimpung di dunia sepak bola dan fokus menjadi pengusaha. Belakangan ia kembali mendapat lampu hijau setelah keluarga memperbolehkannya kembali terjun menjadi pelatih.
"Tidak tahu apakah ini rencana Allah atau bagaimana, tapi keluarga sudah memperbolehkan untuk kembali menjadi profesional," jelasnya.
Menurut Seto, dorongan agar Erwan menjadi asisten pelatihnya di PSIM musim depan tentu menjadi hal yang bagus. Keduanya sudah saling kenal dan terlibat dalam aktivitas sepak bola bersama-sama cukup lama. Seto menyebut dirinya juga pernah dilatih oleh Erwan saat masih berstatus sebagai pemain profesional.
"Dia atasan saya, kalaupun nanti akhirnya kami kolaborasi lagi saya akan belajar sama beliau," katanya.
Sementara Erwan menyebut, wacana agar dirinya dan Seto kembali memimpin PSIM sudah bukan isu baru. Setiap pergantian musim keduanya selalu diwacanakan berduet menjadi juru taktik Laskar Mataram. Hanya saja menurutnya itu merupakan hal yang wajar dan dirinya sudah terbiasa dengan fenomena itu.
"Namun kalau rezeki kami berdua jadi satu dan memimpin PSIM ya saya mau membantu beliau semaksimal mungkin. Hanya saja terkait rumor dan isu kan bisa berkembang kemana-mana, bisa terwujud dan tidak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
PLN memberikan diskon tambah daya listrik 50 persen hingga 2 Juni 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.
Jadwal drawing Kualifikasi Piala Asia U20 2027 digelar Kamis 28 Mei 2026. Timnas Indonesia U20 masuk Pot 2.
Di momentum Hari Kebangkitan Nasional, Gojek mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengatur 92% pendapatan untuk pengemudi ojol
Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman telah memasuki tahap akhir.
Cristian Chivu sukses membawa Inter Milan meraih double winner Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026.