Tarif Air Curah DIY Bakal Naik, Pelanggan Bantul Waswas
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Sejumlah pemain PSIM menjalani latihan persiapan menjelang menghadapi PSMS Medan, Selasa (30/1/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM membeberkan alasan memilih Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih kepala Laskar Mataram yang baru untuk Liga 2 musim 2024/2025. Seto memang bukan nama baru bagi publik sepak bola Jogja, tetapi aktif kembalinya pelatih berlisensi AFC Pro di dunia si kulit bundar banyak dipertanyakan khalayak.
Manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna mengatakan, pihaknya percaya Seto merupakan sosok yang tepat untuk memimpin tim. Ia menyebut, Seto dipilih karena sudah memiliki DNA PSIM Jogja, pemahaman yang mendalam mengenai budaya tim dan bagaimana ia bisa diterapkan untuk membawa Laskar Mataram ke level permainan yang lebih tinggi.
BACA JUGA: PSIM Jogja Mulai Siapkan Susunan Tim Untuk Liga 2 Musim Depan
“Sebagai putra asli DIY, Coach Seto sudah memiliki DNA PSIM Jogja. Kami ingin PSIM Jogja bermain lebih cantik, lebih atraktif. Kami ingin PSIM Jogja punya karakter bermain yang agresif, menyerang, dan dari kaki ke kaki. Semoga dengan kedatangan Seto, bisa membawa PSIM Jogja memenuhi target tim,” kata Razzi, Selasa (7/5/2024).
Di sisi lain, Seto memang sempat absen cukup lama di dunia sepak bola. Sempat terjun ke politik praktis, tetapi kini dirinya kembali berkutat dengan lapangan hijau. Kembalinya Seto menukangi PSIM tak lepas dari restu keluarganya. Sang istri dan anak-anak memberinya motivasi untuk mengambil peran sebagai pelatih dan menerima pinangan PSIM Jogja.
“Satu pastinya karena restu dari keluarga. Itu yang paling penting. Keihklasan, ketulusan, dan doa restu dari istri dan anak-anak. Sebelumnya saya sempat terpikirkan ingin mengakhiri karier di sepak bola. Mungkin di usia muda oke, tapi untuk profesional mungkin sudah selesai,” ujar Seto.
Penunjukan Seto sebagai pelatih juga disambut positif oleh para pendukung setia PSIM Jogja. Mereka berharap ia mampu membawa filosofi permainan yang segar dan membangkitkan performa tim. Para pendukung Laskar Mataram menantikan bagaimana Seto akan menerjemahkan visinya ke dalam strategi yang efektif dan bagaimana ia menghadapi tantangan yang ada.
Kembali memimpin tim sepak bola di tengah ekspektasi tinggi tentu bukan tugas yang mudah. Namun, Seto tampak optimis dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Pengalaman yang dimilikinya, baik sebagai pemain maupun pelatih, diharapkan dapat menjadi modal berharga dalam membangun kembali kepercayaan dan performa tim di musim mendatang.
Seperti yang disampaikan oleh sang istri kepada Seto saat menerima pinangan PSIM Jogja. Sang istri berpesan agar pelatih berusia 50 tahun tersebut memiliki target dan kinerja yang jelas. “Oke, ayah boleh kembali tapi dengan target yang jelas, kinerja yang pasti,” ujar Seto menirukan pesan istrinya.
Dengan semangat yang baru dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Seto Nurdiantoro siap memimpin PSIM Jogja ke era baru yang lebih menjanjikan. Pengalaman serta restu yang diberikan padanya akan menjadi landasan kuat dalam upaya membangun tim yang solid dan kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.