Advertisement
Seorang Pelajar di Bantul Dikeroyok, Kemudian Dipaksa Bawa Celurit Supaya Dikira Pelaku Klitih
Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pelajar di bantul menjadi korban pengeroyokan pada Kamis, (9/5/2024) sekitar pukul 01.00 WIB di Karet, Pleret, Bantul. Kejadian tersebut diduga karena cekcok antara korban dan pelaku.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan korban berinisial RMP, yang berstatus masih seorang pelajar. Korban merupakan warga Cianjur, Jawa Barat.
Advertisement
Jeffry menyampaikan awalnya korban bersama saksi tengah berada di angkringan Kedungpring, Bawuran, Pleret, Bantul. Mereka kemudian didatangi oleh pelaku berinisial RD. Kemudian pelaku dan korban sempat mengalami cekcok. Saat itu pelaku lantas menghubungi temannya.
Kemudian pelaku mengajak korban dan saksi ke depan Toko Putureso, Pungkuran, Pleret menggunakan sepeda motor dengan posisi korban diboceng bertiga diapit ditengah.
BACA JUGA: Ngeri! Dalam Sepekan, Tiga Kasus Pengeroyokan Terjadi di Bantul
Setelah itu korban dan saksi dibawa lagi ke TKP kemudian mereka berhenti dipinggir jalan, lalu korban dipukul secara bergantian oleh beberapa orang.
Kemudian, salah satu pelaku memaksa korban dan saksi membawa celurit dan mengaku sebagai klitih dan dibuat vidio sebagai syarat agar mereka boleh pulang.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar diwajahnya dan melaporkan ke Polsek Pleret, guna penyelidikan lebih lanjut," katanya, Jumat (10/5/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement










