Advertisement
ISPA dan Dehidrasi Rawan Menyerang Jemaah Calon Haji, Ini Imbauan Dinkes
Jemaah calon haji mengikuti upacara pelepasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/5/2023). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada dua penyakit yang biasa menyerang jemaah calon haji (calhaj) apabila berada di Arab Saudi.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti batuk dan filek biasa menyerang calhaj setelah tiba baik di Madinah maupun di Makah. Panyakit itu disebabkan oleh peralihan cuaca, dari cuaca lembab ke kering. Kasus terbanyak lain adalah dehidrasi karena cuaca panas.
Advertisement
“Kami menyarankan jemaah calon haji harus banyak minum. Kalau perlu minumannya ditambah suplemen vitamin dengan kandungan elektrolit, misalnya dengan oralit sebagai cairan untuk mencegah dehidrasinya,” kata Ismono dihubungi, Minggu (12/5/2024).
BACA JUGA : Kemenag Jogja Berangkatkan 393 Calon Jamaah Haji, Usia Tertua 89 Tahun Termuda 20 Tahun
Ismono menegaskan pentingnya menjaga kesehatan karena dapat menentukan kelancaran ibadah haji. Selain itu, calhaj perlu menerapkan beberapa upaya pencegahan mengingat cuaca panas di Arab Saudi dapat mencapai suhu 50 derajat celcius. Dia memberikan empat tips praktis yang dapat dipraktikkan calhaj.
Pertama, meski calhaj merasa tidak haus, mereka tetap harus minum air putih. Begitupun apabila mereka tidak lapar, calhaj tetap harus makan secara terjadwal. Kedua, calhaj perlu beristirahat cukup agar imunitas atau daya tahan tubuh tetap tinggi. Ketiga, calhaj perlu melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker, dan menggunakan payung apabila berada di bawah panas terik matahari.
“Keempat mereka perlu embasahi wajah menggunakan handuk basah atau kanebo basah atau selalu membawa semprotan air,” katanya.
Adapun Staf Jabatan Fungsional Umum Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Gunungkidul, Tomi Adhe Krisna mengatakan di setiap kloter haji telah ada ketua kloter dan pembimbing ibadah kloter. Kloter-kloter tersebut juga dilengkapi petugas kesehatan yang terdiri dari dua dokter, dua tenaga kesehatan, dan satu tenaga umum.
“Di dalam kloter juga sudah dibentuk ketua rombongan dan ketua regu,” kata Tomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








