Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Berbagai upaya mulai dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul untuk mengantisipasi kemungkinan gagal panen di wilayahnya pada musim kemarau kali ini.
Selain mengoptimalkan penanaman tanaman pangan selain padi, DKPP juga memaksimalkan penyaluran air ke lahan pertanian.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mendapatkan informasi dari BMKG terkait dengan datangnya musim kemarau yang diprediksi datang pada pertengahan Juni 2024.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, DKPP kemudian melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kemungkinan gagal panen padi akibat ancaman musim kemarau. Salah satunya adalah dengan meminta kepada petani untuk lebih mengoptimalkan penanaman tanaman pangan selain padi, seperti jagung dan kedelai.
"Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan penyaluran air melalui pompa-pompa di lahan pertanian. Saat ini kan, sudah ada 2.000 pompa yang bisa dioptimalkan untuk menyalurkan air ke lahan pertanian yang ada di Bantul. Kami juga ada kegiatan pembuatan sumur dangkal untuk menyuplai air ke lahan petani," kata Joko, Senin (13/5/2024).
BACA JUGA: Kemarau Basah, BPBD DIY Minta Warga Bikin Sumur Resapan
Menurut Joko, mendekati musim kemarau, pihaknya kini juga telah melakukan kegiatan pembersihan saluran jaringan irigasi tersier. Pembersihan ini diharapkan mampu memperlancar suplay air ke lahan pertanian di Bantul.
"Tentunya, harapannya nantinya air bisa lancar mengalir ke lahan pertanian," terang Joko.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto mengatakan, jika pada 2023 lalu ada sembilan jaringan irigasi tersier yang dilakukan rehabilitasi. Sementara pada 2024, pihaknya telah merencanakan ada sebanyak 5 unit penambahan sarana dan prasarana lewat program Rehabilitasi Jaringan Irigrasi Tersier (RJIT). Selain itu, akan ada pembuatan 11 unit sumur dangkal yang anggarannya berdasarkan Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Sedangkan untuk RJIT dari provinsi ada sebanyak 6 unit dan 1 sumur dangkal dari pokir. Selain itu ada irigasi perpompaan sebanyak 2 lokasi yakni di Kapanewon Pajangan dan Kapanewon Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.