CEO Grammy Sedih BTS Mundur, Tapi Hormati Keputusan Mereka
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—DPC Partai Gerindra Bantul tengah menggodok dua nama dari eksternal partai untuk dicalonkan sebagai bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2024.
Kedua nama tersebut adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Aris Suharyanta dan tokoh masyarakat asal Sedayu yang juga kerabat dari mantan Presiden RI, Soeharto, Aryo Winoto.
"Kami memang sedang melakukan komunikasi di tingkat internal. Sejauh ini ada dua nama eksternal yang sedang kami godok. Kedua nama tersebut adalah Pak Aris Suharyanta, dan Aryo Winoto," kata Ketua DPC Gerindra Bantul Datin Wisnu Pranyoto ditemui, Senin (13/5/2024).
Menurut Datin, untuk Aris Haryanto saat ini masih berstatus sebagai ASN. Namun, per 1 Juni 2024, Aris dipastikan sudah tidak lagi menjadi ASN karena telah pensiun. Sejauh ini, untuk Aris Suharyanta, dari komunikasi dengan DPC Partai Gerindra Bantul siap untuk maju sebagai balon bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2024.
"Untuk pak Aris siap untuk posisi baik bupati maupun wakil bupati Bantul. Begitu juga dengan pak Aryo," imbuh Datin.
Lebih lanjut Datin mengungkapkan, kedua nama ini selama ini telah menjalin komunikasi intens dengan pihaknya. Apalagi, DPC Partai Gerindra Bantul pada Pilkada 2024 tidak membuka pendaftaran balon bupati dan wakil bupati Bantul secara terbuka.
"Di tempat kami tidak ada pembukaan pendaftaran dan penyerahan formulir. Cuman sistem kami adalah pendekatan secara kekeluargaan. Tentunya nanti siapa yang direspon oleh masyarakat direspon tinggi, itu kemungkinan itu kami ajukan," jelas Datin.
BACA JUGA: Tak Ada yang Daftar, Pilkada Bantul 2024 Dipastikan Tanpa Calon Perseorangan
Terkait dengan peluang dari Aris Suharyanta, Datin mengaku sangat besar. Sebab, Aris sudah dikenal oleh para pengurus DPC Partai Gerindra Bantul. Meskipun status Aris selama ini dikenal sebagai ASN, namun komunikasi dengan DPC Partai Gerindra Bantul telah intens dilakukan.
"Kami kan juga punya tahapan. Setelah pendekatan ke masyarakat, nanti kita laporkan berjenjang ke DPD dan ke DPP. Untuk saat ini kami tidak ada batasan kapan harus melaporkan," ungkap Datin.
Terpisah, Aris Suhariyanta ketika dikonfirmasi mengaku enggan banyak berkomentar. Aris mengaku saat ini masih akan fokus menyelesaikan tugasnya sebagai ASN.
"Saya fokus kerja sebagai ASN dulu. Soal maju atau tidak dalam pilkada, nanti lihat perkembangan," kata Aris.
Hal sama juga diungkapkan oleh Aryo Winoto. Mantan anggota DPRD Bantul periode 2004-2009 dari Partai Karya Kebangkitan Bangsa (PKPB) dan pernah disung Partai Gerindra menjadi calon bupati pada Pilkada Bantul tahun 2015 itu mengaku masih melihat perkembangan.
"Kita lihat perkembangannya saja nanti," ucap Aryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.