Advertisement

Warga Karangwaru Jogja Terapkan Biowash untuk Kelola Sampah Organik

Lugas Subarkah
Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:47 WIB
Maya Herawati
Warga Karangwaru Jogja Terapkan Biowash untuk Kelola Sampah Organik Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kemantren Tegalrejo, Farida, memberi pelatihan pembuatan Biowash Prebiotik, di Karangwaru, beberapa waktu lalu. ist / Kelurahan Tegalrejo

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga terus dikembangkan warga Kota Jogja sebagai bagian dari adaptasi kebijakan persampahan, salah satunya melalui penerapan metode Biowash Prebiotik yang mulai dijalankan warga Karangwaru, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja.

Praktik pengolahan sampah organik tersebut terlihat melalui kegiatan pelatihan yang digelar warga Karangwaru dengan menggunakan metode Biowash Prebiotik sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengolah sampah rumah tangga agar tidak lagi dibuang ke depo.

Advertisement

Biowash Prebiotik dimanfaatkan untuk mempercepat proses penguraian sampah organik, meminimalkan bau, serta menjaga kebersihan lingkungan. Pelatihan ini diinisiasi oleh Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kemantren Tegalrejo, Farida, dan telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara sukarela tanpa pungutan biaya. Farida juga membagikan cairan biowash secara gratis kepada para peserta. Dalam pelatihan tersebut, warga dibekali langkah-langkah praktis pengolahan sampah organik yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

“Tujuan pelatihan ini untuk mengurangi volume sampah organik di tingkat rumah tangga sehingga tidak ada lagi sampah organik yang dibuang ke depo. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan keterampilan praktis kepada warga dalam mengolah sampah organik dengan cara yang sederhana, mudah diterapkan, dan menghasilkan produk bermanfaat,” ujarnya dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Hasil pengolahan sampah organik tidak hanya berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman warga. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ditunjukkan dengan kehadiran dan keterlibatan langsung dalam praktik pengolahan sampah.

Warga tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan sampah organik. Partisipasi aktif ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Sebagai konteks kebijakan, Pemerintah Kota Jogja menerapkan sistem pengelolaan sampah yang menekankan pemilahan sejak sumbernya. Sampah organik diarahkan untuk diolah di tingkat wilayah, sementara sampah anorganik dikelola melalui bank sampah dan depo difokuskan menampung sampah residu.

“Sampah organik itu bisa dikelola, tidak harus dibawa ke depo. Organik basah seperti sisa makanan dikumpulkan di ember dan dijemput penggerobak. Sedangkan organik kering dikumpulkan di titik kumpul tiap kelurahan, lalu dijemput oleh Dinas Lingkungan Hidup,” kata Hasto Wardoyo.

Penerapan praktik pengelolaan sampah organik seperti di Karangwaru dinilai menjadi contoh edukasi lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain, seiring dengan dorongan pengurangan volume sampah Kota Jogja dan keterbatasan daya tampung tempat pembuangan akhir.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Banjir dan Longsor di Jepara Rusak Akses hingga Puluhan Titik

Banjir dan Longsor di Jepara Rusak Akses hingga Puluhan Titik

News
| Minggu, 11 Januari 2026, 00:37 WIB

Advertisement

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Wisata
| Jum'at, 09 Januari 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement