BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Hujan di Awal Oktober 2026
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyebut produksi padi tahun ini hingga April 2024 di DIY mencapai 411.330 ton gabah kering giling (GKG) dari lahan seluas 73.726,48 hektare.
"Capaian Januari - April hitungan sementara dengan perhitungan provitas 5,89 ton per hektare maka gabah kering giling (GKG) mencapai 411.330 ton," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY Andi Nawa Candra di Yogyakarta, Sabtu.
Meski demikian, menurut dia, untuk finalisasi penghitungan realisasi produksi padi DIY periode tersebut masih menunggu data tambahan dari kabupaten/kota. "Data bergerak terus, setiap hari data masuk," ujat dia.
Andi menuturkan berdasarkan penghitungan padi bersama dengan Dinas Pertanian kabupaten melalui Sistem Informasi Penguatan Data Pangan Strategis (SI PDPS) Kementrian Pertanian, luas panen di DIY sejak Januari hingga April 2024 mencapai 73.726,48 hektare.
Panen padi tersebut paling luas berada di Kabupaten Gunungkidul mencapai 45.526,9 hektare, Sleman 12.643,3 hektare, disusul Kabupaten Bantul 9.704,25 hektare, Kulon Progo 5.373,2 hektare, dan Kota Yogyakarta 19,83 hektare.
BACA JUGA: Dinas Pertanian Sebut Panen Padi DIY Sudah Capai 90%
Meski sesuai target, Andi mengakui capaian luas panen tersebut menurun jika dibandingkan periode yang sama 2023 yang mencapai 85.246 hektare.
Selama musim tanam (MT) 1 hingga Mei 2024, dia memastikan tidak ada kelangkaan atau kendala pupuk bersubsidi di DIY sehingga mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani.
Untuk menjaga produksi padi tetap maksimal memasuki musim kemarau, menurut dia, DPKP DIY akan menggencarkan monitoring tanam padi pada lahan eksisting.
Selain itu, pihaknya juga bakal meningkatkan distribusi bantuan varietas umur genjah yaitu tanaman padi yang memiliki masa tanam kurang dari 105 hari.
"Kami juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pompanisasi di lokasi tadah hujan yang ada potensi air," ucap Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.