Advertisement
Kritisi World Water Forum Belum Jadi Solusi, Walhi DIY: Pencemaran Air di Jogja Masih Tinggi

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DIY mengkritisi gelaran World Water Forum ke-10 yang dilaksanakan mulai 20 hingga 25 Mei 2024 lalu.
Kadiv Kampanye Walhi Jogja Elki Setiyo Hadi menuturkan World Water Forum digelar saat Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjumpai sejumlah permasalahan pengelolaan air yang masih harus dihadapi warga. Misalnya, Elki menyebut mayoritas sungai dan air tanah di DIY punya kualitas yang buruk.
Advertisement
"Salah satu kasus pencemaran air dengan tingkat yang masif terjadi di sekitar TPA Piyungan," ujarnya, Minggu (26/5).
Elki menambahkan, tingginya tingkat pencemaran di Piyungan berpengaruh pada kualitas air. Ini menyebabkan sumber air warga tak bisa dikonsumsi. Elki juga menyoroti warga yang menggunakan air sumurnya hanya untuk mencuci dan mandi.
"Mereka tidak menggunakan airnya untuk memasak dan minum, karena telah tercemar air lindi," imbuhnya.
Bagi Elki, masyarakat Piyungan menjadi pihak yang paling terdampak atas buruknya pengelolaan sampah hingga berimbas pada pencemaran air lindi. Pencemaran air yang dihadapi warga itu turut memberikan imbas negatif. Beberapa warga desa mengalami gangguan kesehatan.
BACA JUGA: Pengelolaan Limbah Dituding Jadi Biang Tercemarnya Kali Code, Begini Kondisi IPAL di DIY
Tingginya kandungan klorin yang ada pada sumur-sumur warga akibat pencemaran air lindi menimbulkan terdapat warga yang terkena stroke.
"Zat-zat pencemar pada air lindi lain juga berpotensi menimbulkan penyakit-penyakit lain," tuturnya.
Untuk itu, Walhi DIY mendorong pemerintah untuk segera membuat pengelolaan air lindi dan pengelolaan sampah yang komprehensif untuk mencegah pencemaran yang lebih parah lagi. Lalu, Walhi juga berharap pemerintah bisa memulihkan lingkungan yang berdampak pada krisis air seperti yang terjadi di Piyungan.
"Forum-forum seperti World Water Forum harus ikut mendorong negara-negara seperti Indonesia membangun konsep pengelolaan air dengan prinsip berkeadilan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Alasan KAI Gunakan Kuota BBM Subsidi saat arus Mudik Lebaran 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
Advertisement
Advertisement