WJNC 2026 Diperpanjang hingga Titik Nol, Target 60.000 Pengunjung
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Kebakaran lahan/hutan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Jumlah kejadian kebakaran karena sampah selama musim kemarau tahun 2023 cukup tinggi. BPBD Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi kebakaran karena sampah selama musim kemarau.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kabupaten Bantul, Irawan Kurnianto menyampaikan kejadian kebakaran karena membakar sampah jumlahnya cukup tinggi tahun 2023.
Berdasarkan catatan BPBD Bantul tahun 2023 ada 371 kebakaran. Dari jumlah tersebut, 302 kejadian diantaranya terjadi pada musim kemarau atau pada Juni–November 2024. Dari jumlah tersebut 48 persennya atau 146 kejadian kebakaran karena membakar sampah.
“Dari tersebut ada 347 kejadian di wilayah Bantul, dan 24 kejadian di luar Bantul. Dari kejadian kebakaran tahun 2023 ditaksir kerugian mencapai Rp24 miliar,” katanya, Minggu (26/5/2024).
Sementara BPBD Bantul mencatat selama Januari hingga 22 Mei 2024 ada 56 kebakaran yang ditangani Damkarmat BPBD Bantul. Dari jumlah tersebut ada 54 kejadian di wilayah Bantul, dan 2 kejadian di luar Bantul yang ditangani Damkarmat BPBD Bantul. Dari kejadian tersebut kerugian yang ditaksir mencapai Rp401 juta.
Dia pun menyampaikan tahun 2023 jumlah kebakaran yang terjadi selama musim kemarau cukup tinggi. Beberapa diantaranya disebabkan karena pembakaran sampah.
“Kejadian tahun 2023 karena kemarau cukup panjang dan penutupan TPST Piyungan [sementara] membuat peningkatan kejadian kebarakan,” ujarnya.
BACA JUGA: Warga Bakar Sampah, BPBD Bantul: Jaga Lingkungan, Cegah Kebakaran Lahan
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah selama musim kemarau untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Jika terpaksa harus membakar sampah, bakarlah sampah di lokasi yang aman dan jauh dari pemukiman serta barang yang mudah terbakar,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengimbau agar masyarakat membakar sampah saat tidak banyak angin yang berhembus atau saat cuaca terik lantaran sampah kering akan mudah terbakar.
“Lebih baik lagi jika [masyarakat] sudah melakukan pengolahan sampah mandiri dengan memilah-milah sampah dan daur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya.
Dai menyampaikan pihaknya telah menyiapkan beberapa personil dan armada untuk menghadapi potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Saat ini ada 7 pos Damkar yang siaga 24 jam. Sementara di pos tersebut ada 119 orang personil yang siaga dengan 7 unit armada Damkar yang siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.