Sehari Telan Rp80.000, Ini Sapi Kurban Presiden Prabowo di Gunungkidul
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD Golkar Sleman tinggal menunggu rekomendasi siapa yang diusung di Pilkada 2024. Partai Pohon Beringin ini sekarang fokus mencari mitra koalisi agar bisa mengusung calon secara bersama-sama.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan proses penjaringan di partainya sudah selesai. Total ada empat nama yang diajukan ke DPP untuk mendapatkan tiket maju pilkada dari Partai Golkar.
Keempat nama itu masing-masing adalah Mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya; Lurah Condongcatur, Reno Candrasangaji; kader internal sekaligus anggota DPRD DIY, Nurcholis Suharman; dan akademisi salah satu universitas di Magelang, Chaidir Iswanaji. “Nama-nama yang ikut penjaringan sudah kami serahkan ke DPP. Sekarang tinggal menunggu rekomendasi yang akan diusung di Pilkada Sleman,” katanya, Senin (27/5/2024).
Menurut dia, sebelum rekomendasi keluar, DPP akan melakukan survei terkait dengan popularitas hingga tingkat keterpilihan di Masyarakat. Meski demikian, Janu mengakui hingga sekarang belum ada bocoran berkaitan dengan hasil survei yang dilakukan DPP. “Intinya untuk penjaringan sudah selesai. Tinggal menunggu rekomendasi siapa yang akan diusung,” katanya.
Janu menambahkan, saat ini fokus untuk mencari mitra koalisi. Ia berdalih dengan perolehan enam kursi di DPRD Sleman belum mencukupi guna mengusung calon sehingga harus berkoalisi dengan partai lain. “Untuk bisa maju syaratnya harus mengantongi minimal 10 kursi di DPRD Sleman. jadi, kami harus berkoalisi dengan partai lain,” katanya.
BACA JUGA: Kembali Usung Kustini di Pilkada Sleman, PAN Tak Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati
Hingga sekarang dia mengaku sudah menjali komunikasi dengan sejumlah partai mulai dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, PPP hingga NasDem. “Kami masih berusaha membangun komunikasi dengan partai lain untuk mengusung calon secara bersama-sama,” katanya.
Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto mengatakan, secara perolehan kursi partainya bisa mengusung calon sendiri. Meski demikian, ia tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain. “Koalisi itu perlu untuk memperkuat dukungan,” katanya.
Dia menjelaskan, proses penjaringan sendiri sudah memperoleh sejumlah nama seperti pasangan petahana Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Danang Maharsa. Selain itu juga ada mantan Sekda Sleman Harda Kiswaya. “Ketiganya sudah kami panggil untuk mengetahui keseriusan maju di pilkada. Kemungkinan rekomendasi siapa yang diusung akan muncul pada Juli mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.