Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD Golkar Sleman tinggal menunggu rekomendasi siapa yang diusung di Pilkada 2024. Partai Pohon Beringin ini sekarang fokus mencari mitra koalisi agar bisa mengusung calon secara bersama-sama.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan proses penjaringan di partainya sudah selesai. Total ada empat nama yang diajukan ke DPP untuk mendapatkan tiket maju pilkada dari Partai Golkar.
Keempat nama itu masing-masing adalah Mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya; Lurah Condongcatur, Reno Candrasangaji; kader internal sekaligus anggota DPRD DIY, Nurcholis Suharman; dan akademisi salah satu universitas di Magelang, Chaidir Iswanaji. “Nama-nama yang ikut penjaringan sudah kami serahkan ke DPP. Sekarang tinggal menunggu rekomendasi yang akan diusung di Pilkada Sleman,” katanya, Senin (27/5/2024).
Menurut dia, sebelum rekomendasi keluar, DPP akan melakukan survei terkait dengan popularitas hingga tingkat keterpilihan di Masyarakat. Meski demikian, Janu mengakui hingga sekarang belum ada bocoran berkaitan dengan hasil survei yang dilakukan DPP. “Intinya untuk penjaringan sudah selesai. Tinggal menunggu rekomendasi siapa yang akan diusung,” katanya.
Janu menambahkan, saat ini fokus untuk mencari mitra koalisi. Ia berdalih dengan perolehan enam kursi di DPRD Sleman belum mencukupi guna mengusung calon sehingga harus berkoalisi dengan partai lain. “Untuk bisa maju syaratnya harus mengantongi minimal 10 kursi di DPRD Sleman. jadi, kami harus berkoalisi dengan partai lain,” katanya.
BACA JUGA: Kembali Usung Kustini di Pilkada Sleman, PAN Tak Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati
Hingga sekarang dia mengaku sudah menjali komunikasi dengan sejumlah partai mulai dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, PPP hingga NasDem. “Kami masih berusaha membangun komunikasi dengan partai lain untuk mengusung calon secara bersama-sama,” katanya.
Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto mengatakan, secara perolehan kursi partainya bisa mengusung calon sendiri. Meski demikian, ia tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain. “Koalisi itu perlu untuk memperkuat dukungan,” katanya.
Dia menjelaskan, proses penjaringan sendiri sudah memperoleh sejumlah nama seperti pasangan petahana Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Danang Maharsa. Selain itu juga ada mantan Sekda Sleman Harda Kiswaya. “Ketiganya sudah kami panggil untuk mengetahui keseriusan maju di pilkada. Kemungkinan rekomendasi siapa yang diusung akan muncul pada Juli mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Juventus Stadium resmi dipilih UEFA sebagai venue final Conference League 2028. Simak daftar lengkap stadion final UEFA 2027-2029.
Madring menuai kritik setelah debut F1 GP Spanyol 2026. Oscar Puente menyebut balapan seperti Monako, tetapi lebih cepat.
MotoGP Mandalika 2026 segera digelar. Simak rekam jejak empat pemenang sebelumnya, dari Oliveira hingga Aldeguer.
Prakiraan cuaca DIY 16 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Jogja.
Kelok 23 diuji coba 14-20 September 2026. Polda DIY meminta pengendara mengutamakan keselamatan dan tidak berhenti atau parkir sembarangan.