Ojol Perempuan Jogja Dilatih Bahasa Inggris Gratis, Permudah Layani Wisatawan Asing
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Ilustrasi korban kekerasan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Kota Jogja diminta untuk berani melapor atau melakukan pencegahan apabila mengetahui indikasi kasus kekerasan, khususnya pada perempuan dan anak pada lingkungan masing-masing.
"Perempuan dan anak masuk dalam kelompok afirmatif atau rentan yang perlu perhatian khusus. Untuk itu upaya pencegahannya terus diperkuat," kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta Ria Rinawati dalam keterangannya di Jogja, Jumat (31/5/2024)
Sepanjang tahun 2023, pihaknya mencatat 217 kasus kekerasan dengan 64 korban adalah anak-anak, 186 perempuan, dan 31 laki-laki.
Menurut Ria, salah satu penyebab terjadinya kekerasan yang tidak muncul ke permukaan dan tidak tertangani karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk kekerasan.
Dengan demikian, lanjutnya, saat mereka mengalami atau melihat kekerasan di lingkungan sekitar belum paham apa yang harus dilakukan dan bagaimana alurnya.
Karena itu selain sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat, pihaknya juga membentuk gugus tugas yang terdiri dari pemangku kepentingan lintas sektor mulai dari Polresta Jogja, bidang kesehatan, sosial, pendampingan psikologis, hingga perlindungan hukum.
BACA JUGA: Angka Kekerasan Seksual terhadap Anak di DIY Masih Tinggi, Begini Strategi Pemda
Ria mengimbau semua sektor saling bekerja sama dan berkoordinasi dalam upaya deteksi dini, pencegahan, penanganan, dan pendampingan.
"Kami berpesan dan mengajak masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar, kalau ada keluarga atau tetangga yang berpotensi atau mencirikan menjadi korban kekerasan maka langsung bisa melaporkan," kata dia.
DP3AP2KB Kota Jogja telah membentuk Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Sigrak) dalam upaya pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.
Apabila masyarakat menjumpai indikasi kasus kekerasan di sekitarnya, kata dia, maka bisa segera melapor ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yogyakarta.
"Atau bisa juga ke tokoh masyarakat setempat yang nantinya juga akan dibantu oleh Kader Sigrak di masing-masing wilayah," kata Ria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.