Advertisement
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ribuan Warga Kanutan Ikuti Merti Wayang Beber Pancasila

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Langkah unik dilakukan oleh warga Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul dalam memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2024
Ribuan warga di padukuhan tersebut menggelar merti Wayang Beber Pancasila, Sabtu (1/6/2024). Adapun tujuan dari kegiatan merti wayang beber adalah untuk membentuk dan menjaga jatidiri warga berdasarkan Pancasila.
Advertisement
Kepala Museum Wayang Beber Sekartaji Indra Suroingeno mengungkapkan, kegiatan merti Wayang Beber Pancasila kali ini adalah kali kedua. Kegiatan yang sama sempat dilakukan pada tahun 2023.
Berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya, pada merti kali ini, Indra mengungkapkan, ada serangkaian acara yang dilakukan hingga pergantian hari. Adapun acara yang dimaksud meliputi lomba mewarnai wayang beber khusus anak-anak, ritual wayang beber, dan kirab keliling dusun dengan Wayang Beber Pancasila.
"Lalu ada pembagian seribu bibit tanaman kertas, dilanjutkan dengan berbagai macam pentas seni, mulai dari reyog, tari, mocopat sampai sore hari. Dan ditutup dengan pentas ketoprak serta pentas Wayang Beber Pancasila. Jadi acaranya sampai nanti malam," katanya.
Selain itu, pada kegiatan merti kali ini, kata Indra, pihaknya juga membentuk remaja Bhineka, yakni dengan menyatukan komunitas remaja Katolik dan remaja masjid di padukuhan tersebut. Indra juga menyatakan, pada merti kali ini, pihaknya juga meresmikan kampung Kanutan sebagai menjadi pusat pelestarian Bhinneka Tunggal Ika.
"Kami menyebutnya sebagai kampung pancasila. Kami juga sepakat jika merti wayang beber Pancasila yang sudah menjadi agenda rutin tahunan menjadi warisan budaya tak benda (WBTb)," ungkap Indra.
BACA JUGA: Jokowi Sebut Pancasila Memandirikan Bangsa dan Pembebas Ketergantungan dengan Pihak Asing
Oleh karena itu, Indra berharap agar kegiatan merti kian menguatkan langkah warga untuk menjadikan Pancasila sebagai napas kehidupan masyarakat.
"Mampu menjaga persatuan yang ada," harapnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkapkan, Kabupaten Bantul telah ditetapkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HBX sebagai pintu gerbang kebudayaan yang istimewa. Oleh karena itu ke depan, Kabupaten Bantul akan menjadi semacam taman budaya. Di mana, Kabupaten Bantul akan menjadi living cultur dan living museumnya DIY.
"Di Kanutan ini sistem sosialnya sudah sangat mendukung untuk living cultur dan living museumnya DIY. Di sini, budaya toleransi kuat, dan memiliki apresiasi terhadap budaya sendiri," katanya.
Mengenai Wayang Beber, Halim menyatakan sudah semestinya keberadaannya dirawat. Sebab, keberadaan Wayang Beber adalah sesuatu yang langka dan harus dirawat keberadaannya.
"Supaya kita tidak kehilangan identitas. Sebagai warga Ngayogyakarta Hadiningrat, sebagai warga Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Alasan KAI Gunakan Kuota BBM Subsidi saat arus Mudik Lebaran 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
Advertisement
Advertisement