Advertisement
Sulit Tuntaskan Tumpukan Sampah di Jalan, Pemkot Jogja Step by Step Olah Sampah
Petugas memberikan tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Kotabaru, Selasa (10/10 - 2023). (IST)
Advertisement
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Tumpukan sampah muncul di beberapa titik di Kota Jogja. Beberapa di antaranya adalah di depo-depo sampah serta di trotoar sekitar Pasar Demangan. Tumpukan sampah itu bahkan sempat ramai menjadi perbincangan di jagad media sosial.
Menanggapi hal itu, Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyebut hingga saat ini pihaknya masih berupaya untuk menyelesaikan persoalan sampah. Sugeng mengatakan sejauh ini pihaknya sudah bekerja optimal. OPD terkait juga telah dikerahkan untuk menyelesaikan persoalan sampah.
Advertisement
Namun, di sisi lain menurutnya tak mudah untuk menangani tumpukan sampah itu secara menyeluruh dalam waktu yang cepat. Ini lantaran kapasitas TPS 3R yang dimiliki Kota Jogja masih terbatas kapasitasnya. Dia mengakui penanganan sampah dilakukan secara step by step. Meski belum bisa 100% selesai, tetapi Sugeng memastikan penanganan sampah terus diupayakan.
"Kami tetap mengupayakan. Kalau toh masih ada tumpukan di beberapa spot, memang tidak mudah," ujar Sugeng, Kamis (7/6/2024).
Baca Juga
60 Ton Sampah Kota Jogja Akan Diolah di Bantul
DPRD Kota Jogja Anggarkan Pengadaan 2 Mesin Insinerator, Ditargetkan Siap Pakai Tahun Depan
Tumpukan Sampah Berderet di Trotoar, Pedagang Sekitar Pasar Demangan Mengeluh
Dia mengajak masyarakat untuk meminimalisir produksi sampah. Kesadaran untuk mengolah dan memilah sampah dari sumbernya juga diharapkan bisa ditingkatkan. Sampah, lanjut Sugeng, sebisa mungkin untuk tidak sampai ke tempat pembuangan manapun. Artinya, sampah sudah habis dikelola secara mandiri oleh masyarakat, baik sampah organik maupun anorganiknya. Sampah organik bisa diolah dengan memanfaatkan biopori. Sementara, sampah anorganik bisa diolah menjadi barang yang punya nilai jual dan nilai manfaat.
"Sesedikit mungkin untuk memproduksi sampah, memilah sampa.Di bank-bank sampah yang sudah terbentuk ada 678 titik di seluruh Kota Jogja itu dioptimalkan," imbuhnya.
Sebelumnya, pedagang di sekitar Pasar Demangan mengeluh soal keberadaan tumpukan sampah di trotoar. Meski tak menurunkan omzet secara langsung, tapi kondisi ini mengganggu pemandangan.
"Mau bagaimana lagi. Kalau nanti tidak jualan ya piye. Yang penting kita jaga aja biar tidak ada lalat," keluh Atik, salah satu pedagang di sekitar Pasar Demangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement






