Saatnya Ubah Passion Jadi Misi Hidup Bermanfaat
DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6).
Salah satu mahasiswa UAD yang mengenakan batik dengan tampilan desain yang kasual dari brand Anggun./ Ist
JOGJA—Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menampilkan sorotan dalam ranah mode pada semarak Cultural Days yang bertempat di Hall UAD Kampus 4. Acara yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 5 hingga 6 Juni 2024, mengangkat tema Harmonisasi Sastra, Budaya, dan Komunikasi.
Dengan mempersembahkan penampilan dari para dosen FSBK dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UAD, serta dukungan dari Lembaga Seni Budaya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LSB PWM) DIY, peragaan busana ini bertujuan utama merayakan dan melestarikan kebudayaan, serta menginspirasi kreativitas di kalangan mahasiswa.
Fashion Show menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda tersebut, menampilkan karya-karya dari beragam desainer lokal yang berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa. Dalam sambutan pembukaan, Dr. Ajar Pradika Ananta Tur, S.S., M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum FSBK UAD, menyampaikan harapan besar bahwa acara ini tidak sekadar menjadi ajang peragaan busana, melainkan juga menjadi media melestarikan kebudayaan Indonesia melalui mode.

Total 20 model memeriahkan peragaan busana ini, membawakan koleksi dari lima brand sponsor, yakni Paradise, Anggun, Fizana, Buccheri, dan Keewa. Setiap brand membawa ciri khasnya sendiri, mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas desainer Indonesia. Paradise menghadirkan motif batik unik yang diproduksi bersama pengrajin Indonesia, termasuk batik khas Kalimantan.
Anggun membawa nuansa etnik modern, sementara Fizana menampilkan busana muslim dan gamis dengan desain minimalis yang elegan dan stylish. Buccheri memukau dengan sepatu streetwear yang funky. Para model yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UAD, sukses membawakan koleksi-koleksi tersebut dengan penuh percaya diri dan elegan, meraih tepuk tangan meriah dari para penonton.
Penampilan ini bukan sekadar peragaan busana, namun juga memberikan ruang bagi talenta-talenta muda untuk menampilkan karya mereka dan memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah yang lebih luas. Seiring dengan itu, acara ini juga memberikan pemahaman lebih jauh tentang perkembangan dunia mode serta peluang-peluang kreatif yang dapat dijelajahi ke depannya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6).
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.