Anak Balita Dominasi Kasus TBC di Kota Jogja
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
RSUD Panembahan Senopati./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Kalurahan Bantul dan RSUD Penambahan Senopati belum mengajukan permohonan pemanfaatan tanah milik Kalurahan Bantul untuk perluasan RSUD Panembahan Senopati kepada Pemda DIY. Hal itu lantaran dokumen pengajukan izin pemanfaatan tersebut disesuaikan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No.24/2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan.
Lurah Bantul, Supriyadi menyampaikan beberapa penyesuaian dilakukan dalam pengajuan permohonan pemanfaatan tanah Kalurahan Bantul tersebut.
Dia menuturkan dalam regulasi tersebut diatur bahwa pengajuan permohonan pemanfaatan tanah Kalurahan Bantul perlu dilampiri dengan site plan atau rencana tapak peta rencana pembagian bangunan. "Dalam Pergub yang baru [No24/2024] harus ada site plan, di Pergub sebelumnya tidak ada [site plan untuk sewa tanah Kalurahan]. Nanti site plan yang akan menyiapkan RSUD Panembahan Senopati," ujarnya, Kamis (12/6/2024).
Dia menuturkan site plan tersebut nantinya harus ditandatangani olehnya serta Bupati Bantul sebelum kemudian dilampirkan dalam permohonan pengajukan izin pemanfaatan tanah kalurahan.
Selain itu, menurutnya perubahan masa sewa juga akan dilakukan menyesuaikan dengan Pergub No.24/2024. Sebelumnya RSUD Panembahan Senopati berencana akan menyewa lahan tersebut selama 20 tahun lalu diperpanjang kemudian, namun lantaran aturan terbaru yang mengatur pemanfaatan tanah kalurahan mengalami perubahan dari dapat disewa setiap 20 tahun menjadi 5 tahun, maka RSUD Panembahan Senopati akan mengikuti regulasi tersebut.
Sementara terkait harga sewa tanah tersebut, dia belum dapat memastikan. Menurut Supriyadi harga sewa akan disepakati setelah Gubernur DIY menerbitkan izin pemanfaatan tanah tersebut.
BACA JUGA: RSUD Panembahan Senopati Bantul Segera Diperluas Menggunakan Tanah Kas Desa
Dia menuturkan lantaran tanah yang akan digunakan merupakan tanah pelungguh dan pengarem-arem, maka harus ada persetujuan dari para pihak yang menguasai tanah tersebut. "Karena ada tanah pelungguh harus ada surat kerelaan dari masing-masing yang menguasai tanah tersebut," katanya.
Kemudian untuk mengajukan permohonan izin pemanfaatan tanah akan dilakukan permintaan rekomendasi dari panewu. Dia menuturkan dengan beberapa perubahan tersebut, maka beberapa dokumen syarat pengajuan izin pemanfaatan tanah kalurahan tersebut hingga saat ini masih dilengkapi.
Sementara Direktur RSUD Panembahan Senopati, Atthobari menyampaikan pihaknya berencana menyewa tanah Kalurahan Bantul seluas 1,3 hektar. Tanah tersebut akan digunakan untuk sarana dan prasarana penunjang rumah sakit dan gedung administrasi. "Nanti yang bangunan sisi timur akan digunakan untuk pelayanan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
Jadwal bola malam ini: Persija vs PSMS, Indonesia All Stars vs Aston Villa, Man United vs Atletico. Simak jadwal lengkapnya di sini.
Kram kaki saat tidur mengganggu? Kenali 5 penyebab dan cara meredakannya. Jangan abaikan jika sering terjadi karena bisa tanda penyakit.
Harianjogja.com,JOGJA—Dunia seni rupa Indonesia kembali berduka, salah satu tokoh maestro seni rupa Nasirun meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogy
Paspor wajah Donald Trump laris manis! AS tambah 250.000 Patriot Passport di 28 kota mulai 8 Agustus. Cek cara dan lokasi pengajuannya.
Rehan/Gloria gagal ke final Taipei Open 2026 usai kalah dramatis dari wakil Jepang 17-21, 20-22. Indonesia tanpa gelar di Super 300 kali ini.