Ika Wonda Cetak Hat-Trick, MilkLife Strikers Bantai Wakil Singapura
Ika Wonda mencetak hat-trick saat MilkLife Strikers mengalahkan Lion City Sailors 6-1 pada laga pembuka Singa Cup 2026 di Singapura.
Ilustrasi kecelakaan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kelalaian manusia menjadi salah satu faktor penyebab utama kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Bantul. Hal ini diungkap Polres Bantul berdasarkan catatan data pada 2024.
"Berdasarkan data selama Januari-Juni 2024, ada 1.008 kejadian kecelakaan lalu lintas di Bantul, salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian manusia," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul AKBP Michael R Risakotta dalam keterangannya kepada wartawan di Bantul, Sabtu (15/6/2024).
Menurut dia, kelalaian manusia dapat diartikan sebagai pelanggaran atau tindakan tidak patuh terhadap peraturan lalu lintas seperti melanggar batas kecepatan, menerobos lampu merah pada alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).
Selain itu, tidak menggunakan pengaman berkendara seperti helm atau sabuk pengaman, penggunaan telepon seluler (ponsel) saat mengemudi, mengemudi dalam keadaan mabuk atau terpengaruh obat-obatan.
"Terkadang pengendara juga hanya mendahulukan ego sendiri, tanpa mempedulikan pengendara lainnya, sehingga bisa menyebabkan kecelakaan," kata Kapolres.
Selain itu, kata Michael, faktor utama terjadinya kecelakaan adalah kecepatan mengemudi yang melebihi batas aturan.
Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan pengguna jalan agar mengemudi tidak dengan kecepatan melebihi batas aturan, karena meningkatkan risiko kecelakaan dan berdampak serius pada keparahan cedera yang mungkin terjadi.
"Kecepatan tinggi membuat pengemudi lebih sulit untuk mengendalikan kendaraan dan merespons situasi darurat dengan cepat. Jadi, selalu kemudikan kendaraan sesuai dengan batas kecepatan yang ditetapkan," katanya.
BACA JUGA: Dapat Bantuan Rp2,5 Miliar, Wahana Baru Dibangun di Kawasan Wisata Kaliurang Sleman
Dia mengatakan, penetapan batas kecepatan untuk mencegah kejadian dan fatalitas kecelakaan serta mempertahankan mobilitas lalu lintas, paling rendah 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan.
Kemudian paling tinggi 80 kilometer per jam untuk jalan antarkota, paling tinggi 50 kilometer per jam untuk kawasan perkotaan, dan paling tinggi 30 kilometer per jam untuk kawasan permukiman.
Menurut dia, aturan kecepatan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 111 tahun 2015 tentang tata cara penetapan batas kecepatan yang menjadi panduan bagi seluruh masyarakat dalam berkendara dengan aman.
"Jangan tergoda berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan, karena akan meningkatkan risiko kecelakaan tinggi. Selain itu juga tidak boleh lupa selalu merawat dan memeriksa kondisi kendaraan secara berkala," katanya.
Dia mengatakan Polres Bantul juga terus berupaya agar angka kecelakaan lalu lintas menurun. Salah satunya bersama Dinas Perhubungan dengan memasang perlengkapan lalu lintas di simpang empat Sonosewu Ngestiharjo Bantul.
"Berupa empat rambu di masing-masing arah titik simpang empat, dan segera dilanjutkan pemasangan dua speedbump di jalan arah ke utara dan selatan. Pemasangan perlengkapan lalu lintas ini seiring seringnya kejadian kecelakaan lalu lintas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ika Wonda mencetak hat-trick saat MilkLife Strikers mengalahkan Lion City Sailors 6-1 pada laga pembuka Singa Cup 2026 di Singapura.
Lionel Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Inter Miami bangkit mengalahkan New England Revolution 2-1 di MLS.
November 2026 tidak memiliki libur nasional maupun cuti bersama. Simak lima tanggal merah hari Minggu untuk menyusun agenda bulanan.
WhatsApp menghadirkan empat fitur baru untuk grup, mulai dari pin pesan tanpa batas waktu hingga berbagi status dan riwayat chat.
Salah satu usaha yang secara khusus fokus pada bidang perawatan kaca kendaraan adalah Maxo Glass Detailing, yang menangani berbagai permasalahan kaca mobil sesu
Penelitian Universitas Toronto menemukan orang bisa menebak kelas ekonomi seseorang dari wajah. Namun, persepsi ini berisiko memicu diskriminasi.