Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Ilustrasi instalasi air bersih - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketiadaan sumber mata air dan jaringan perpipaan PDAM di Padukuhan Temuireng I dan II, serta Gebang, Kalurahan Girisuko, Panggang, Gunungkidul menyebabkan warga di tiga padukuhan itu terpaksa mengonsumsi air hujan.
Carik Girisuko, Wahyu Setyoningsih mengatakan ketika musim hujan, warga di tiga padukuhan itu mencukupi kebutuhan air dengan sistem panen air hujan (PAH).
BACA JUGA: Golkar dan PKB Mengerucut Calonkan Sunaryanta di Pilkada Gunungkidul
“Kalau sewaktu musim kemarau, warga di tiga padukuhan itu beli air dengan tangki dan bantuan dropping air Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] atau pihak lain,” kata Wahyu, Selasa (18/6/2024).
Sementara, enam padukuhan lain masing-masing menggunakan sumber air yang dikelola kelompok masyarakat. Sumber air ini berasal dari mata air. Khusus di Padukuhan Sumber dan Turunan sudah ada sumur bor.
Girisuko menjadi salah satu dari tiga kalurahan yang mendapat bantuan droping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Di Kalurahan Girisuko, BPBD menyalurkan bantuan di Padukuhan Temuireng I, II, dan Gebang dengan 20 tangki atau 100.000 liter (lt). Lalu di Tepus 16 tangki atau 80.000 liter dan Giripanggung dengan delapan tangki atau 40.000 liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.