Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Anak-anak dari Komunitas Baca Ataria saat bermain games untuk pemilahan sampah di Bank Sampah Go-Green di Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Rabu (26/6/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses pengolahan sampah jadi BBM di Bank Sampah Go-Green di Padukuhan Cupuwatu II, Purwomartani, Kalasan jadi wisata edukasi. Pasalnya, banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga desa untuk berlajar cara pengolahan sampah.
Pendiri Bank Sampah Go-Green, Supriyani Wulandari mengatakan, keberadaan mesin pirolisis untuk mengolah sampah menjadi BBM menjadi daya tarik tersendiri di Bank Sampah Go-Green. Pasalnya, sarana ini belum ada di wilayah lain di DIY.
“Jadi banyak yang datang untuk belajar cara pengolahan sampah di sini,” kata Dhani, sapaan akrabnya, Rabu (26/6/2024).
Dia menjelaskan, kunjungan tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa atau orang dewasa. Pasalnya, pada Rabu pagi ada puluhan anak dari komunitas Rumah Baca Ataria hadir untuk melihat cara pengolahan sampah.
“Untuk kalangan anak-anak [SD] ini baru pertama kali. Kami menyambut baik karena jadi bagian wisata edukasi dalam mengurai persoalan sampah di DIY,” katanya.
Ia menjelaskan, selama kunjungan berlangsung, anak-anak diberikan pemahaman tentang tata cara pengolahan sampah yang baik dengan benar. Selain diperlihatkan tentang mesin pirolisis untuk mengolah sampah plastik jadi BBM, juga diajari untuk melakukan pemilahan sampah sesuai kateogrinya.
“Jadi pemilahan ini penting, meski kesannya terlihat sepele. Sebab, dengan memilah maka sampah bisa dikurangi karena ada yang bisa dimanfaatkan lagi,” katanya.
Pendiri Rumah Baca Ataria, Mita Hapsari mengatakan, tujuan mengajak 25 anak ke Bank Sampah Go-Green di Kalurahan Purwomartani menjadi bagian untuk mengisi liburan sekolah. Hal ini dilakukan agar ada pengalaman yang positif selama libur berlangsung.
“Ini jadi satu rangkaian selama liburan. Sebab, kegiatan tidak hanya ke sini [Bank Sampah Go-Green] tapia da kegiatan lain juga berkaitan dengan pengolahan sampah,” katanya.
Menurut dia, pengenalan tentang pengolahan sampah sejak dini sangat diperlukan. Terlebih lagi, sambung Mita, kondisi saat ini sampah menjadi persoalan yang belum terselesaikan dan cenderung masih jadi masalah. “Tidak hanya diberikan wawasan untuk belajar, tapia nak-anak diharapkan bisa mengaplikasikannya di rumah masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.