Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Atraksi Tradisi Cing-Cing Goling di Dusun Gedangan, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul. dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gunungkidul menegaskan agar segala bentuk upacara adat seperti Cing Cing Goling di Padukuhan Gedangan, Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul terus dilestarikan.
Kepala Disbud Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan Cing Cing Goling memiliki cerita kesejarahan panjang di masyarakat Jawa utamanya di Gunungkidul.
Dia menjelaskan upacara adat tersebut merupakan bukti adanya hubungan antara budaya Gunungkidul dengan sejarah pelarian Kerajaan Majapahit.
BACA JUGA: Didorong Maju di Pilkada Bantul, Ini Kata Singgih Raharjo
“Cing Cing Goling ini adalah upacara sebagai bentuk perwujudan rasa Syukur terhadap +Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen,” kata Agus dikonfirmasi, Kamis (4/7/2024).
Agus menambahkan upacara adat itu juga diiringi tarian kerakyatan yang menceritakan pelarian Wisang Sanjaya dari Kerajaan Majapahit. Katanya, Cing Cing Goling merupakan perpaduan dua unsur yang sebenarnya cukup berbeda yaitu unsur Hindu yang dibawa oleh pelarian dari Kerajaan Majapahit dan unsur kejawen dari penduduk yang mendiami wilayah yang kini dikenal dengan nama Dusun Gedangan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan upacara adat Cing Cing Goling dapat menjadi ruang komunikasi antarwarga. Sebab itu, upacara adat ini perlu dilestarikan setiap tahunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina