Kesbangpol Kulonprogo Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Jembatan Linggan yang sudah dimulai revitalisasinya sehingga harus ditutup demi keamanan pekerjaan dan pengendara agar tidak membahayakan, Jumat (16/1/2026). - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jembatan Linggan di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulonprogo, resmi ditutup sepenuhnya sejak Kamis (15/1/2026). Penutupan dilakukan seiring dimulainya revitalisasi konstruksi jembatan yang selama ini masih berbahan kayu dan dinilai membahayakan pengguna kendaraan bermotor.
Revitalisasi dilakukan untuk memastikan Jembatan Linggan aman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Jembatan ini selama ini menjadi akses utama menuju destinasi wisata Pantai Trisik.
"Ditutup dari Kamis (15/1/2026) dan sekarang sudah tidak bisa dilintasi sepenuhnya karena sudah dibongkar lantaran mulai proses membangun jembatan baru," ujar Lurah Banaran, Haryanta, saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Meski akses utama ditutup, Pantai Trisik tetap dibuka untuk wisatawan. Haryanta menegaskan, kunjungan ke pantai masih bisa dilakukan dengan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.
"Ada tiga jalur alternatif menuju Pantai Trisik yang bisa dilalui imbas Jembatan Linggan ditutup," lanjutnya.
Jalur alternatif pertama melalui Ngebisan dari arah Jembatan Kabanaran dengan mengambil kiri ke selatan mengikuti plang petunjuk arah. Jalur kedua melalui Siliran menuju selatan ke arah eks pabrik pasir besi Pantai Trisik, lalu berbelok ke kiri. Sementara jalur ketiga melalui akses Pantai Bugel ke arah timur untuk menuju Pantai Trisik.
"Kami mohon pengertiannya kepada pengguna jalan untuk dapat melewati tiga alternatif ini menuju Pantai Trisik," ujar Haryanta.
Revitalisasi Jembatan Linggan menggunakan dana APBN melalui Instruksi Presiden (Inpres) jalan daerah dengan durasi pengerjaan direncanakan selama 240 hari kalender.
Sementara itu, warga sekitar yang sehari-hari menggunakan Jembatan Linggan, Suratiman, mengakui penutupan jembatan memaksanya memutar mencari jalan lain. Terlebih saat menggunakan mobil, ia harus menempuh jalur memutar hingga sekitar 5 kilometer.
Namun, ia menilai revitalisasi tersebut memang dibutuhkan.
"Bagus pembangunan Jembatan Linggan baru ini karena jembatan itu sudah lama rusak sehingga revitalisasi ini sangat bermanfaat," ungkapnya.
Jembatan Linggan baru direncanakan dibangun lebih lebar dibandingkan sebelumnya yang masih berkonstruksi kayu. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi warga sekaligus mendukung kelancaran akses wisata menuju Pantai Trisik.
Penutupan Jembatan Linggan dan penyediaan jalur alternatif ini menjadi bagian dari upaya penataan akses wisata Pantai Trisik agar lebih aman dan berkelanjutan. Revitalisasi infrastruktur diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan pesisir Kulonprogo sebagai destinasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.