WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Vaksinasi anak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja siap melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dalam dua putaran mulai 23 Juli 2024 mendatang, dengan menyasar anak usia 0 sampai 7 tahun di Kota Jogja sebanyak 30.702 anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan PIN Polio dilaksanakan sebagai respon dan penanggulangan atas kejadian luar biasa (KLB) polio dari penemuan kasus lumpuh layu yang disebabkan oleh polio tipe 2 pada akhir tahun 2023.
BACA JUGA : Bantul Siap Laksanakan Pekan Imunisasi Polio Mulai 23 Juli 2024
“Di Kota Jogja tidak ditemukan kasus polio, tapi secara nasional harus kita antisipasi bersama dalam memutus rantai penyebarannya. Karena kasus polio erat kaitannya dengan cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata pada suatu wilayah. Oleh karena itu pada PIN Polio di Kota Jogja targetnya bisa mencapai 100 persen,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).
Sasaran PIN Polio di Kota Jogja yakni untuk balita usia 0 sampai 59 bulan sejumlah 11.816 anak, usia PAUD/TK sebanyak 11.670 anak dan usia SD sejumlah 7.216 anak. Totalnya 30.702 anak, namun jumlah ini masih bisa bertambah karena kelahiran anak.
Sasarannya adalah seluruh anak di Kota Yogya usia 0 sampai 7 tahun atau 8 tahun kurang 1 hari, tanpa memandang riwayat ataupun status vaksin sebelumnya. Kemudian teknisnya setiap kelurahan berkoordinasi dengan Puskesmas dan Kemantren akan memberikan undangan berdasarkan nama dan alamat kepada sasaran, untuk datang di hari dan waktu sesuai yang telah dijadwalkan.
Pelaksanaan imunisasi putaran pertama dimulai pada 23 Juli sampai 29 Juli 2024, dan untuk sweeping atau penyisiran PIN Polio dilaksanakan pada 30 Juli sampai 3 Agustus. Kemudian PIN Polio putaran kedua mulai dilaksanakan pada 6 Agustus sampai 12 Agustus, dan untuk penyisiran dilaksanakan pada 13 Agustus sampai 17 Agustus 2024.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah, mengatakan jenis vaksin polio yang diberikan berupa tetes atau oral. Dalam PIN Polio nanti setiap sasaran akan mendapatkan dua kali vaksin dengan jarak dua sampai empat minggu setelah vaksin pertama.
“Semua sasaran harus tervaksin dua dosis lengkap, untuk itulah ada proses sweeping atau penyisiran oleh Puskesmas dibantu para kader Posyandu untuk memastikan siapa saja yang tidak datang sesuai jadwal undangan, atau saat itu si anak masih sakit. Sehingga nanti bisa langsung didatangi atau dikumpulkan di Puskesmas pada hari yang sama,” katanya.
BACA JUGA : Gratis! Bantul Gelar Imunisasi Polio dan Japanese Encephalitis, Catat Tanggalnya
Syarat anak untuk mendapatkan vaksin dalam PIN Polio yakni sedang dalam kondisi sehat, tidak sedang demam ataupun batuk pilek parah, tidak sedang diare. Untuk sasaran anak dalam kondisi khusus seperti anak dengan HIV, anak dalam pengobatan kanker, atau kondisi lain berkaitan dengan penurunan imunitas tetap bisa mendapatkan vaksin polio setelah berkonsultasi dengan dokter.
Ia berpesan agar masyarakat Kota Jogja yang memiliki anak usia 0 sampai 7 tahun mari manfaatkan PIN Polio ini sebagai bagian dari pemberian dan pemenuhan hak anak. “Bagi anak di luar sasaran yang sedang berkunjung atau bertamu di wilayah Kota Jogja juga bisa mengakses vaksin polio, dengan syarat belum divaksin pada periode PIN Polio dari daerah asal,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.
Pemerintah siapkan jutaan lapangan kerja dari hilirisasi, pangan, hingga ekonomi hijau. Ini sektor paling menjanjikan.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.