4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Kepala Kanwil Kemenag DIY, Masmin Afif./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu RI melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Adi Widyalaya Gautama, Kamis, (11/7/2024). Pendidikan widyalaya merupakan lembaga pendidikan umum bercirikan agama Hindu.
Kepala Kanwil Kemenag DIY, Masmin Afif mengatakan pemerintah berkomitmen membina dan membimbing semua umat beragama sebagaimana yang dilakukan terhadap agama Hindu.
“Kita bangga karena pembangunan ini baru satu-satunya peletakan batu pertama di Gunungkidul. Kementerian agama siap mem-backup agar pembangunan cepat selesai," kata Masmin Afif dalam rilis.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu RI, Profesor I Nengah Duija mengatakan pembangunan ini merupakan langkah penting dalam memberikan pendidikan bercirikan keagamaan Hindu.
Adi Widyalaya, terangnya adalah tempat pendidikan umum bercirikan keagamaan. Saat ini, jumlah Widyalaya di Indonesia baru ada 87 titik. Ditambah pembangunan di Gunungkidul ini, jumlahnya menjadi 88.
Melalui gedung ini, nantinya umat Hindu di Kabupaten Gunungkidul diharpkan dapat memiliki tempat pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat.
"Jika muslim punya Madrasah, umat Hindu punya Adi Widyalaya. Kita belajar banyak dengan umat Islam yang punya regulasi tentang madrasah," kata Nengah.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM yang rendah kata dia memengaruhi seseorang ketika berada di tengah-tengah masyarakat.
"Orang yang tidak berwawasan dihadapkan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Sebab itu mereka harus terus beradaptasi,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.