Advertisement
Bawaslu Kota Yogyakarta Luncurkan Sistem Monitoring Keuangan untuk Transparansi dan Akuntabilitas
Advertisement
JOGJA—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta dengan bangga mengumumkan peluncuran sistem monitoring keuangan terbaru yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah. Langkah inovatif ini diharapkan dapat memperkuat integritas proses Pemilu dan Pemilihan serta memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.
Sistem monitoring keuangan ini menggunakan sistem yang dapat diakses secara online dan realtime yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Yogyakarta. Dengan fitur-fitur seperti pelaporan otomatis sistem ini akan membantu dalam mendeteksi dan mencegah potensi penyalahgunaan dana sejak dini.
Advertisement
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menyatakan, “Peluncuran sistem monitoring keuangan ini merupakan bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Kami percaya bahwa dengan adanya sistem ini, kami dapat lebih transparan kepada publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses Pemilu dan Pemilihan yang jujur dan adil.”
Selain itu, Kasubbag Administrasi Bawaslu Kota Yogyakarta sebagai penggagas dan pencipta sistem inovasi baru dengan nama Sistem Monitoring Penggunaan Dana Hibah di Tingkat Panwaslu Kecamatan Berbasis Microsoft Excel (Simondanah) Pada Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta, menyampaikan bahwa sistem ini transparan, akuntabel, efektif dan efisien serta mudah dalam penggunaannya.
“Dengan adanya sistem monitoring keuangan yang transparan dan akuntabel, kami berharap dapat meminimalisir potensi kecurangan dan meningkatkan efektivitas pengawasan atas penggunaan anggaran. Ini adalah langkah besar menuju Pemilu dan Pemilihan yang lebih baik di masa depan,” tambah Fajar Machito Saleh selaku Kasubbag Administrasi Bawaslu Kota Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








