Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Pengendara motor melintas di ruas Jalan Godean yang sedang diperbaiki. Rabu (31/7/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Perbaikan jalan Godean yang sempat viral di media sosial telah dikerjakan sejak awal Mei 2024. Pengerjaan masih berlangsung hingga sekarang dengan ruas yang diperbaiki sepanjang 1,4 kilometer.
Sesuai dengan papan informasi pengerjaan, perbaikan jalan Godean tahap satu ditandatangi pada 23 April 2024. Adapun nilai kontrak untuk pengerjaan mencapai Rp11,2 miliar.
Diharapakan perbaikan bisa selesai dalam rentang waktu 180 hari kalender. Adapun pengerjaan di mulai dari sisi barat Pasar Godean sepanjang 1,4 kilometer.
BACA JUGA: Jalan Menuju Pantai Ngedan Gunungkidul Ditutup sampai Bulan Depan, Ini Alasannya
Salah seorang warga Sidoluhur, Godean, Marwoto mengatakan, pengerjaan jalan Godean yang sempat viral masih terus berlangsung. Meski belum selesai, namun sudah mulai terlihat karena separuh badan jalan sudah selesai diaspal.
“Masih proses dan mudah-mudahan dengan perbaikan akses bisa semakin lancar dan bisa mengurangi risiko rawan kecelakaan,” katanya, Rabu (31/7/2024).
Dia menjelaskan, selama pengerjaan dilakukan sistem buka tutup. Sebagai dampaknya, pengguna jalan harus lebih bersabar karena perlintasan dilakukan secara bergantian.
“Jadi kalau pengguna jalan dari arah barat melaju, maka yang dari sisi timur diminta berhenti. Begitu juga sebaliknya yang dari timur berjalan, maka dari arah barat berhenti menunggu untuk bisa melintas di area perbaikan,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi mengatakan, jalan Godean yang rusak sepanjang 7,5 kilometer hingga perbatasan dengan Kulonprogo. Meski demikian, perbaikan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.
“Tahun ini yang diperbaiki baru sepanjang 1,4 kilometer,” kata Didik, sapaan akrabnya.
Menurut dia, untuk perbaikan berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan proses sudah lebih dari 50% sehingga pengerjaan bisa selesai tepat waktu.
BACA JUGA: Ratusan Kilometer Jalan di Bantul Rusak, Anggota DPRD Minta Pemkab Awasi Proyek
Secara kasat mata juga sudah bisa dilihat karena di sisi kanan dari arah Kota Jogja sudah selesai diaspal sesuai dengan target pengerjaan di tahun ini. “Yang separuh sudah diaspal. Tinggal menyelesaikan separuh badan jalan dan prosesnya masih dalam upaya pemadatan,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui didalam proses perbaikan ada sedikit catatan. Didik mengakui pelaksanaan pengerasan dinilai terlalu panjang sehingga sedikit menggangu pengguna jalan.
“Kami minta dikurangi. Misalnya panjangnya 500 meter dulu yang dikerjakan. Tujuannya agar saat ada buka tutup jalan, antrean tidak lama dan lalu lintas bisa lebih lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.