15.342 RTLH di Gunungkidul Masih Menunggu Perbaikan
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—DPC PDI Perjuangan Sleman hingga saat ini masih menunggu rekomendasi siapa bakal calon yang diusung di pilkada Sleman. Meski demikian, hingga saat ini ada banyak tawaran untuk berkoalisi dengan partai lain.
“Belum turun. Makanya, kami diajak untuk mendeklarasikan dengan teman-teman Sleman Bersatu [KSB], kami nggak mau,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto, Rabu (31/7/2024).
Menurut dia, rekomendasi akan menjadi kunci di Pilkada. Pasalnya, didalam rekomendasi teresebut sudah ada kepastian calon yang diusung sehingga akan memudahkan dalam pembentukan mitra koalisi.
“Memang kita mengusung calon sendiri, tapi mitra koalisi dibutuhkan untuk memperbesar upaya pemenangan calon yang diusung,” kata Koeswanto.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda. Ia meminta kepada awak media bersabar karena hingga sekarang rekomendasi dari DPP belum turun.
“Ditunggu awal bulan njih. Semoga nanti ada berita resmi dari DPP terkait dengan bakal calon yang diusung di Pilkada Sleman,” katanya.
Meski belum ada rekomendasi resmi, Gustan mengakui tetap menjalin komunikasi yang baik dengan partai lain di Sleman. Hal ini tak lepas dari kesamaan misi untuk membangun Sleman yang lebih baik.
“Tentunya untuk kepastian koalisi, kami masih menunggu rekomendasi dari DPP,” katanya.
Sebelumnya dikabarkan PDI Perjuangan akan merapat dengan Koalisi Sleman Bersatu yang mengusung calon bupati Harda Kiswaya. Menanggapi hal ini, Gustan menjawab bahwa partainya akan bekerjasama dengan partai yang punya kesamaan bakal calon yang direkomendasi oleh DPP masing-masing partai. “Bukan merapat. Tapi akan bekerjasama dengan partai yang punya kesamaan bakal calon, namun hingga sekarang rekomendasinya belum turun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Trailer terbaru Memburu Pemangsa ungkap investigasi empat jurnalis yang berubah menjadi teror demonologi. Dibintangi Laura Basuki dan Prilly Latuconsina.