Lonjakan Wisata Gunungkidul, PAD Nyaris Rp2 Miliar dari Libur Panjang
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—DPC PDI Perjuangan Sleman hingga saat ini masih menunggu rekomendasi siapa bakal calon yang diusung di pilkada Sleman. Meski demikian, hingga saat ini ada banyak tawaran untuk berkoalisi dengan partai lain.
“Belum turun. Makanya, kami diajak untuk mendeklarasikan dengan teman-teman Sleman Bersatu [KSB], kami nggak mau,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto, Rabu (31/7/2024).
Menurut dia, rekomendasi akan menjadi kunci di Pilkada. Pasalnya, didalam rekomendasi teresebut sudah ada kepastian calon yang diusung sehingga akan memudahkan dalam pembentukan mitra koalisi.
“Memang kita mengusung calon sendiri, tapi mitra koalisi dibutuhkan untuk memperbesar upaya pemenangan calon yang diusung,” kata Koeswanto.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda. Ia meminta kepada awak media bersabar karena hingga sekarang rekomendasi dari DPP belum turun.
“Ditunggu awal bulan njih. Semoga nanti ada berita resmi dari DPP terkait dengan bakal calon yang diusung di Pilkada Sleman,” katanya.
Meski belum ada rekomendasi resmi, Gustan mengakui tetap menjalin komunikasi yang baik dengan partai lain di Sleman. Hal ini tak lepas dari kesamaan misi untuk membangun Sleman yang lebih baik.
“Tentunya untuk kepastian koalisi, kami masih menunggu rekomendasi dari DPP,” katanya.
Sebelumnya dikabarkan PDI Perjuangan akan merapat dengan Koalisi Sleman Bersatu yang mengusung calon bupati Harda Kiswaya. Menanggapi hal ini, Gustan menjawab bahwa partainya akan bekerjasama dengan partai yang punya kesamaan bakal calon yang direkomendasi oleh DPP masing-masing partai. “Bukan merapat. Tapi akan bekerjasama dengan partai yang punya kesamaan bakal calon, namun hingga sekarang rekomendasinya belum turun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
DPRD DIY menyoroti kekurangan Guru Pendamping Khusus yang dinilai menghambat pemerataan pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di DIY.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.
KPK mengungkap dugaan pemerasan Imigrasi berlangsung sistemis dari daerah hingga pusat dengan nilai dugaan hasil kejahatan mencapai Rp145,5 miliar.
Kelurahan Wirobrajan mematangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan skema distribusi per RW.
YIA menuntaskan 100 persen balik nama sertifikat lahan dengan BPHTB Rp0, memperkuat legalitas aset dan pengembangan kawasan aerotropolis Kulon Progo.