Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat saat ditemui di Kantor BPBD Kota Jogja, Rabu (7/8/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA— Penerapan status siaga darurat kekeringan di DIY berlaku pada 1-31 Agustus 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mengimbau agar masyarakat bijaksana menggunakan air bersih.
Meski demikian, Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat memastikan kondisi air bersih di Kota Jogja terbilang kondusif. Ia memastikan tidak terjadi indikasi kekeringan. Status siaga darurat kekeringan itu diterapkan di kabupaten lainnya di DIY.
BACA JUGA: Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan Jadi Dasar BPBD DIY untuk Dropping Air
"Untuk Kota Jogja tidak ada indikasi terkait dengan kekeringan," ujar Nur saat ditemui di Kantor BPBD Kota Jogja, Rabu (7/8/2024).
Nur mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan monitoring di beberapa wilayah. Komunikasi intens juga dilakukan dengan jajaran Kampung Tanggap Bencana (KTB).
Dia menyebut keadaan sumber air memang menurun. Namun, belum sampai menunjukkan indikasi adanya kekeringan. Beberapa sumber air seperti sumur milik warga hingga PDAM masih memadai untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat.
Nur menambahkan, wilayah dengan risiko kekeringan di Kota Jogja pun terbilang merata. Tak ada kemantren yang lebih tinggi potensi kekeringannya dibanding kemantren lainnya. Sebab, secara wilayah Kota Jogja tak begitu luas.
"Jadi masih dalam satu area kawasan cakupan cuaca," imbuhnya.
Nur memastikan seluruh kampung atau sebanyak 169 kampung di Kota Jogja sudah punya KTB. KTB ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran mitigasi risiko bencana di tengah masyarakat.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi yang paling utama untuk membangun ketahanan masyarakat, sehingga tak menimbulkan potensi kerugian yang besar. Di sisi lain, Nur mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air.
"Antisipasi diri yang penting manfaatkan air se-optimal mungkin. Jangan ngeceh-ceh air. Kemudian gunakan air secukupnya untuk kebutuhan kita. Kekeringan juga berimbas ke kesehatan, maka penuhi asupan cairan tubuh karena memang terkadang cuaca terasa sangat panas," imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.