Advertisement

Gen-Z Diajak Jadi Agen Pilkada Damai

Alfi Annisa Karin
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 21:27 WIB
Maya Herawati
Gen-Z Diajak Jadi Agen Pilkada Damai Pilkada 2024 - Ilustrasi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) menggelar sosialisasi pemilu damai menjelang penyelenggaraan Pilkada 2024, kepada puluhan generasi Z (gen-Z) di salah satu kafe di Mergangsan, Jogja, Jumat (9/8/2024).

Ini merupakan cara KISP menggandeng anak muda sebagai agen pemilu damai di Kota Jogja. Koordinator Umum KISP Moch Edward Trias Pahlevi menuturkan jajarannya sengaja menggandeng gen-Z.

Advertisement

Sebab, dia menyoroti banyaknya gen-Z yang justru terlibat dalam konflik dan memicu perpecahan pada gelaran Pemilu 2024. Belum lagi, banyak gen-Z ikut kampanye dengan motor berknalpot blombongan hingga eksistensi politik uang.

Nantinya, gen-Z diajak untuk melakukan kampanye Pilkada Kota Jogja 2024. Caranya, dengan membuat video yang bermuatan tentang edukasi dan ajakan kepada pengikut mereka di media sosial mereka untuk turut menciptakan pilkada yang damai.

Setiap pekan, gen-Z yang tergabung dalam program edukasi kali ini akan mengunggah video dua kali dengan tema yang ditentukan oleh KISP. "Gen-Z yang kami gandeng ini punya sekitar 1.000 followers di akun Tiktok mereka, harapannya cakupan edukasi terkait dengan pilkada damai bisa lebih luas lagi," ujar Edward.

Rata-rata peserta yang ikut menggaungkan edukasi soal kampanye melalui media sosial ini berusia 17-25 tahun. Paling banyak adalah mahasiswa. Langkah KISP menggandeng gen-Z tak hanya sampai pada pembuatan konten saja. "Di akhir sesi, meraka akan mendeklarasikan diri menjadi pemantau pilkada independen," katanya.

BACA JUGA: Cak Imin Bertemu Prabowo Subianto, Ini Komentar PDIP

Berkaca pada gelaran Pemilu dan Pilpres 2024, Edward menyoroti masih ada sejumlah kerawanan yang terjadi di DIY. Misalnya meruaknya isu berlandaskan agama dan isu terkait dengan etnis tertentu.

Dia mencontohkan masih ada baliho yang membawa-bawa nama daerah asal calon pemimpin. "Ini bisa merusak kualitas demokrasi. Harapan kami, narasi seperti ini bisa diimbangi dengan visi misi dan program para kandidat," katanya.

Komisioner KPU DIY, Ibah Muthiah menuturkan gen-Z kerap kali menjadi sasaran bagi pihak tak bertanggung jawab untuk membuat suasana menjadi keruh. Menurutnya, semangat anak muda masih sangat membara. Ini bisa menjadi hal baik jika diarahkan ke tujuan yang baik.

Sebaliknya, jika tak diarahkan, maka dikhawatirkan gen-Z bisa membuat gelaran Pilkada 2024 tak damai. "Anak muda kerap terjebak pada pusaran konflik. Semangatnya harus dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif dan diimbangi dengan ilmu pengetahuan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement