Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi tidak memermasalahkan keluarnya PKS dari Koalisi Sleman Bersatu. Ia pun tetap yakin pasangan calon yang diusung bisa memenangkan Pilkada Sleman.
“Seandainya PKS keluar dari koalisi tidak ada masalah dan Koalisi Sleman Bersatu akan tetap solid,” katanya, Jumat (9/8/2024).
Menurut dia, kekuatan yang dimiliki tidak akan berkurang. Malahan, Janu mengakui dengan bertambahnya PDI Perjuangan masuk ke koalisi malah semakin kuat.
Adapun perhitungannya, lanjut dia, secara akumulasi Koalisi Sleman Bersatu memiliki 31 kursi di DPRD Sleman. Jumlah ini akan memberikan dampak yang signifikan untuk memenangkan pasangan calon yang diusung.
“Jadi akan semakin kuat dan solid, serta pasti menang di Pilkada Sleman,” katanya.
Disinggung mengenai deklarasi bersama untuk pasangan calon diusung di pilkada, Janu mengakui masih menunggu momen dan waktu yang tepat. “Deklarasi masih menunggu hari yang baik dan pas,” katanya.
BACA JUGA: Sama Seperti Daerah Lain, PKB Bantul Ikut Laporkan Lukman Edy ke Polisi
Sebagaimana diketahui bersama, Koalisi Sleman Bersatu sudah meresmikan akan mengusung mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupati.
Adapun wakilnya hingga sekarang belum dideklarasikan secara resmi. Di sisi lain, Bakal Calon Bupati Harda Kiswaya juga secara resmi telah diusung PDI Perjuangan untuk berpasangan Bakal Calon Wakil Bupati, Danang Maharsa.
Sebelumnya diberitakan, PKS akan keluar dari Koalisi Sleman Bersatu. Hal ini tak lepas turunnya surat rekomendasi dari DPP yang mengamanatkan untuk mengusung Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo.
“Dengan turunnya rekomendasi, berarti kami harus berpamitan ke Koalisi Sleman Bersatu karena tidak bisa bersama di pilkada,” kata Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar.
Menurut dia, keputusan dari DPP merupakan hal yang mengikat dan harus dijalankan. Pasalnya, sebagai pengurus didaerah diwajibkan menjalankan sertiap keputusan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat.
“Tegak lurus aturan partai. Sesegera mungkin kami akan berpamitan ke Koalisi Sleman Bersatu,” ungkapnya.
Indra menambahkan, keputusan mendukung Bupati Kustini Sri Purnomo untuk maju lagi di Pilkada 2024 bukan tanpa alasan. Menurut dia, kepemimpinannya terhitung berhasil, meski baru menjabat baru sekitar tiga tahun.
“Bu Kustini dianggap mampu memimpin Sleman. Tapi, kami ada beberapa catatan dan sudah ada kesepakatan untuk membangun Sleman yang lebih baik lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.