Taru Martani Perkuat Kemitraan Petani Melalui Tembakau dan Pangan
PT Taru Martani memperkuat kemitraan dengan petani tembakau dan pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari pengembangan usaha dan penguatan rantai pasok
Salah satu peserta JKN Vionalisa Br Tarigan saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta beberapa waktu lalu – Harian Jogja/Alfi Annissa Karin
JOGJA—Manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan bisa dirasakan oleh semua kalangan. Tak terkecuali bagi kalangan mahasiswa.
Salah satu mahasiswa yang turut merasakan manfaat dari Program JKN adalah Vionalisa Br Tarigan. Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini mengaku menjadi peserta JKN pada segmen mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
Sebagai mahasiswa, menurutnya penting untuk mendaftarkan diri sebagai peserta JKN. Ini sebagai langkah antisipasi pada kejadian mendesak.
"Sangat membantu, apalagi untuk keadaan sakit mendesak dan uang bulanan dari orang tua sudah menipis sudah tidak khawatir lagi karena bisa di-cover dengan JKN," ujar Vionalisa, belum lama ini.
Mahasiswa asal Medan ini menyebut sempat mengakses layanan kesehatan di puskesmas dengan menggunakan penjaminan JKN.
BACA JUGA: Aplikasi Mobile JKN Bantu Antrean Peserta, Pindah Faskes Lebih Cepat
Berdasarkan pengalamannya, tak ada perbedaan pelayanan antara pasien penjaminan JKN dan yang bukan. Semua tetap mendapatkan perlakuan yang sama. "Pelayanannya tidak ada pembedaan antara umum dan BPJS," katanya.
Vionalisa juga menjadi pengguna Aplikasi Mobile JKN. Baginya, aplikasi ini sangat membantu.
Sebab, lewat Aplikasi Mobile JKN dia bisa melakukan berbagai aktivitas mulai dari melakukan pengecekan iuran hingga ambil antrean di fasilitas kesehatan.
Dia juga tak pernah ada kendala soal fitur yang ada di dalam Aplikasi Mobile JKN. Petugas Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta dengan senang hati membantunya jika ada persoalan dalam Aplikasi Mobile JKN miliknya.
"Jadi peserta JKN merasa lebih praktis karena dengan handphone saja kartunya sudah terpampang di sana. Jadi misalnya kartunya ketinggalan bisa pakai handphone aja untuk ke rumah sakit atau pada kondisi urgent [mendesak]," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani memperkuat kemitraan dengan petani tembakau dan pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari pengembangan usaha dan penguatan rantai pasok
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.