Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Petugas BPBD Kulonprogo mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi, beberapa waktu lalu./istimewa-BPBD Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak enam kalurahan di Kulonprogo mulai dilanda kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo telah menerima permintaan dan mengirim dropping air ke enam kalurahan tersebut.
Kasi Kedariratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa mengaku telah melakukan pemantauan ke kalurahan dengan target 80 kalurahan. “Untuk saat ini kurang-lebih ada enam kalurahan yang sudah mengajukan permohonan droping air,” ujarnya, Senin (12/8/20242).
Keenam kalurahan tersebut meliputi Banjaroyo, Kalibawang; Giripurwo, Girimulyo; Kalirejo, Kokap; Karangsari, Pengasih; Sidomulyo, Pengasih; Gotakan, Panjatan. “Ada juga sekolah, masjid, pondok pesantren juga ada. Kalau Pondok pesantren di daerah perbukitan Suroloyo,” katanya.
Wilayah yang kekeringan tersebut kebanyakan berada di daerah perbukitan. Biasanya warga sudah memiliki sumur komunal atau Pamsimas. Namun sumber air tersebut saat ini mongering atau hanya mengeluarkan sedikit air.
“Karena musim penghujan kemaren debt hujannya juga sedikit, mempengaruhi daya serap air yang masuk ke wilayah mereka. Sehingga pada musim kemarau ini mulai akhir Juli sudah ada permohonan pendistribusian air bersih. Di sumur pompa mereka itu baru dipompa lima menit udah ga keluar airnya,” ungkapnya.
Untuk wilayah yang mengajukan droping air tersebut pihaknya sudah mengirimkan air bersih secara bergiliran. Dengan satu armada, BPBD Kulonprogo setiap hari mengirimkan dua tangka ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
BACA JUGA: BMKG Minta Warga DIY Waspada Dampak Kekeringan Meteorologis
BPBD Kulonprogo juga akan bekerja sama dengan beberapa pihak lain jika memang diperlukan untuk droping air. “Kami ada 36 tangki stoknya. Seandainya masih kurang akan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan PMI Kulonprogo. Setiap hari dua tangki didistribusikan,” katanya.
Kekeringan pada musim kemarau tahun ini diprediksi tidak akan separah kemarau 2023 lalu. Hal ini disebabkan pada kemarau tahun ini prediksinya tidak sepanjang tahun lalu yang bisa sampai awal 2024. “Musim kering tahun ini singkat, tapi suhunya cukup terik. Jadi prediksi kami tidak seperti kekeringan tahun kemaren,” ungkapnya.
Pada 2023, BPBD Kulonprogo mencatat ada sebanyak 23 kalurahan yang kekeringan. Tahun ini diperkirakan tidak akan sebanyak itu. “Musim penghujan perkiraan BMKG sudah mulai di bulan September-Oktober,”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Bupati Bantul tegaskan pembubaran ibadah GMS melanggar konstitusi, polisi pastikan tidak ada ruang intoleransi.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.