Google Siapkan Fitur Anti-Penipuan di Android 17
Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android 17, termasuk pemutus telepon penipu otomatis dan perlindungan OTP.
Bakal paslon Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta saat mendaftar di KPU Bantul, Rabu (28/8/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL— Manuver politik dilakukan oleh DPP PAN pada pendaftaran bakal pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bantul Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta di Pilkada Bantul, pada Rabu (28/8/2024).
Partai berlambang matahari tersebut, tiba-tiba menarik pengusulan terhadap pasangan Halim-Aris, saat pendaftaran di Kantor KPU Bantul. Padahal, sejumlah pengurus PAN Bantul ikut acara doa bersama dan pernyataan dukungan, bahkan ikut mengantarkan pasangan Halim-Aris mendaftar di Kantor KPU Bantul.
BACA JUGA: Terima Tantangan Jokowi di Pilkada Jakarta, Pramono Bakal Turun ke 12 Titik Setiap Hari
Ketua DPD PAN Bantul Wildan Nafis yang dikonfirmasi enggan berkomentar terkait langkah DPP PAN menarik pengusulan terhadap pasangan Halim-Aris. "Saya no comment," kata Wildan.
Sementara bakal calon bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, jika dirinya dan Aris Suharyanta didukung 9 partai politik. Kesembilan parpol tersebut adalah NasDem, PKB, Golkar, Gerindra, PKN, Partai Buruh, Partai Garuda, PSI, Partai Gelora dengan jumlah dukungan suara sah Pileg 254.642 suara.
Terkait dengan langkah DPP PAN menarik pengusulan, Halim mengatakan jika PAN sejak semula sudah bersama pasangan Halim-Aris, bahkan mereka ikut rapat hingga deklarasi dan datang ke KPU dengan membawa SK DPP PAN secara fisik.
"Tetapi ada sesuatu yang mendadak terjadi dan ini di luar kendali kami semuanya. Dan, akhirnya PAN secara formalnya tidak turut serta sebagai partai pengusul Halim-Aris, tapi saya yakin warga PAN hatinya bersama Halim-Aris," kata Halim.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, DPP PAN mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan baik fisik maupun di Silon, bakal paslon Halim-Aris didukung dan diusulkan oleh 9 parpol. Kesembilan parpol tersebut adalah NasDem, PKB, Golkar, Gerindra, PKN, Partai Buruh, Partai Garuda, PSI, Partai Gelora dengan jumlah dukungan suara sah Pileg 254.642 suara.
"Sejak kemarin sampai tadi pelaporan sebenarnya ada satu parpol yang mendukung yaitu PAN. Tapi di tengah jalan PAN itu menarik dukungannya. Sehingga setelah kita lakukan penelitian hanya ada 9 parpol yang mengusulkan pasangan Halim-Aris," kata Joko.
Menurut Joko, secara sistem, sejatinya PAN telah mengusung pasangan Halim-Aris. Bahkan sampai Rabu (28/8/2024), sudah ada surat persetujuan partai dari DPP PAN untuk mengusulkan pasangan Halim-Aris.
"Fisik kami juga sudah menerima. Tapi di sistem Silon kemudian DPP PAN menarik dukungan dan pengusulan. Alasannya ada dinamika di internal DPP PAN, sehingga tidak jadi mendukung pasangan Halim-Aris," katanya.
Oleh karena itu, KPU kata Joko kemudian melakukan pencoretan terhadap berkas surat dukungan. Karena dukungan dari DPP PAN di Silon sudah tidak ada. "Alasan penarikan dukungan karena ada dinamika di DPP PAN," tandas Joko.
Sementara terkait dengan pengusulan dari Hanura untuk pasangan Halim-Aris, Joko menyatakan jika Hanura tidak bisa menunjukkkan surat dukungan baik secara fisik maupun dalam Silon. "Sehingga tidak kasih tanda terima. Hanya ada 9 parpol yang mengusulkan pasangan Halim-Aris," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android 17, termasuk pemutus telepon penipu otomatis dan perlindungan OTP.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.