Empat Kasus SPA++ di Sleman Berujung Vonis dalam Enam Bulan
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Warga disabilitas - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Gunungkidul memberi bantuan sosial berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas yang ada di Gunungkidul sebanyak 62 alat.
Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan jumlah penduduk penyandang disabilitas di Gunungkidul pada 2024 mencapai 6.286 orang. Dari jumlah itu, 21% atau 1.303 orang merupakan penyandang disabilitas fisik. Adapun 600 orang atau 9% merupakan penyandang disabilitas sensorik.
Rincian bantuan tersebut yaitu 48 kursi roda dan 14 alat bantu gerak lainnya, seperti kruk dan alat bantu jalan.
Program tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) No.9/2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.
Dalam Perda itu, ada empat hak yang harus dipenuhi bagi penyandang disabilitas di bidang sosial. Salah satunya adalah alat bantu. Anggaran yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.
Tidak hanya alat bantu, pada Pasal 33 Perda itu juga secara tegas menyatakan bahwa penyandang disabilitas mempunyai hak dan/atau kesempatan untuk mendapat rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan pelindungan sosial.
“Bantuan untuk tahun depan kami sudah mulai merancang juga,” kata Asti, Rabu (4/9/2024). Dinsos-PPPA Gunungkidul juga bekerja sama dengan Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial dan Dinas Kesehatan DIY dalam mencukupi kebutuhan alat bantu khusus bagi penyandang disabilitas.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta masyarakat segera melapor kepada petugas di masing-masing desa apabila ada penyandang disabilitas yang belum memiliki alat bantu. Dia juga mendorong penyandang disabilitas untuk tidak khawatir atau minder.
Purnawirawan TNI AD ini berharap pemberian bantuan tersebut dapat menjadi sarana dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Laser dan waxing sama-sama menghilangkan bulu tubuh. Ketahui perbedaan ketahanan hasil, cara kerja, serta kelebihan masing-masing metode.
Kebakaran di Kulonprogo meningkat selama musim kemarau 2026. Mayoritas dipicu pembakaran sampah dan kondisi lahan yang semakin kering.
Alwi Farhan turun ke peringkat 11 dunia pada ranking BWF terbaru. Ubed naik ke posisi 26, sementara Putri KW tetap di peringkat enam.
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng–DIY) menggelar Corporate Gathering Region Jateng–DIY 2026
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.